PARIS — Gemuruh riuh penonton di Accor Arena, Paris, Prancis, menjadi saksi lahirnya mega bintang baru di arena Octagon pada Sabtu (5/9/2026). UFC Paris edisi kali ini sukses besar setelah lima petarung tuan rumah memenangi laga mereka, ditutup aksi memukau di partai utama (main event).
Sorotan utama tertuju pada bintang anyar asal Prancis, Salahdine Parnasse. Memikul ekspektasi tinggi publik tuan rumah, Parnasse sukses menghentikan perlawanan veteran kelas ringan, Dan Hooker, lewat kemenangan KO brutal di ronde pertama.
Kombinasi tendangan telak ke arah badan yang menguras napas Hooker, disusul rentetan pukulan keras, memaksa wasit menghentikan laga lebih awal. Kemenangan fantastis ini membungkam keraguan publik yang sempat memertanyakan kapasitasnya di level papan atas UFC.
Tak butuh waktu lama bagi Parnasse untuk menetapkan target berikutnya. Dalam sesi wawancara di dalam Octagon sesaat setelah tangannya diangkat, ia secara terbuka menantang mantan juara kelas bulu UFC yang kini bertarung di kelas ringan, Max Holloway.
“Saya datang ke sini untuk membuktikan kemampuan saya di level tertinggi. Sekarang, saya menginginkan Max Holloway di laga berikutnya!” tegas Parnasse di hadapan ribuan pendukungnya.
Tantangan ini dinilai sangat strategis. Holloway saat ini tengah bebas jadwal usai menang TKO atas Conor McGregor di UFC 329 pada Juli lalu.
Sebelum berlaga di UFC Paris, Parnasse memang sudah mengantongi reputasi besar di panggung MMA Eropa dan debut suksesnya di Amerika Utara. Namun, menumbangkan nama besar seperti Dan Hooker—yang merupakan penghuni tetap top 15 kelas ringan—di ronde pertama menempatkan Parnasse di barisan elit pertarungan gelar.
Apakah pihak manajemen UFC akan mengabulkan permintaan Parnasse untuk menghadapi petarung asal Hawaii tersebut? Belum ada kepastian resmi. Namun, keberanian Parnasse melempar tantangan langsung membuktikan bahwa sang bintang baru siap mengguncang persaingan kelas ringan UFC.(*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co