LAS VEGAS — Gejolak di internal Ultimate Fighting Championship (UFC) makin memanas. Bintang papan atas kelas welter, Shavkat Rakhmonov, melemparkan kritik menohok kepada pihak manajemen UFC. Petarung tak terkalahkan asal Kazakhstan itu secara terbuka menuding organisasi bela diri campuran terbesar di dunia tersebut memberikan perlakuan istimewa kepada Ilia Topuria demi mengantarkannya ke puncak popularitas.
Rakhmonov menilai bahwa lonjakan karier pesat yang dinikmati Topuria tidak lepas dari skenario UFC yang sengaja mengatur bentrokan dengan lawan-lawan yang dinilai "aman" dan menguntungkan sang petarung Spanyol-Georgia tersebut.
“Situasi di divisi telah berubah. Topuria naik ke kelas ringan. Mereka meminta Islam (Makhachev) bertarung melawan Maddalena, tapi sebenarnya, saya yang seharusnya bertarung melawan Maddalena. Islam memiliki sedikit lebih banyak hak istimewa daripada saya karena dia adalah juara kelas ringan,” ujar Rakhmonov.
Tudingan Anak Emas dan Pengondisian Lawan
Menurut Rakhmonov, daya tarik media dan nilai komersial yang tinggi membuat UFC tak ragu membocorkan 'karpet merah' bagi langkah Topuria menguasai divisi-divisi strategis.
“Ada Topuria, bintang UFC dan petarung media yang bagus. Mereka mendukungnya, jadi menguntungkan bagi semua orang jika Topuria menjadi juara. Mereka memberinya lawan-lawan yang nyaman,” cetusnya menambahkan.
Pernyataan pedas dari petarung berjuluk The Nomad ini langsung menjadi sorotan hangat para pecinta MMA global. Sorotan terhadap dinamika perebutan sabuk juara dan pembagian panggung di UFC pun makin tajam, di mana faktor komersial dan nilai jual media kerap dianggap mengangkangi sistem peringkat ketat yang dinantikan para petarung lain. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co