PROKAL.CO, SAMARINDA – Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Samarinda 2026 menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan. Ajang ini mempertandingkan kelas mulai dari usia dini hingga kategori senior.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan keterlibatan peserta dari kelompok usia super children hingga senior menunjukkan adanya kesinambungan dalam pembinaan atlet taekwondo di Kota Samarinda.
Menurutnya, pembinaan usia dini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi olahraga, terutama dalam proses pencarian dan pengembangan bakat atlet. “Jantung dari sebuah kelangsungan olahraga itu ada di talent scouting atlet. Itu ada di pembinaan usia dini,” kata Andi Harun saat membuka Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Samarinda 2026, Sabtu (19/9/2026).
Ia mengaku bangga melihat perkembangan pembinaan taekwondo di Samarinda. Terlebih, kejuaraan tersebut tidak hanya mempertandingkan atlet senior, tetapi juga membuka kelas super children bagi anak-anak mulai usia 4 tahun.
“Kita menyaksikan sebuah pembinaan yang berkelanjutan karena kejuaraannya itu sampai mengikutsertakan kelas tanding super children usia 4 tahun sampai ke kelas tanding senior,” ujarnya.
Andi Harun yang juga pernah menjabat Ketua Umum Pengprov Taekwondo Kaltim itu menilai kesinambungan pembinaan perlu terus dipertahankan. Dedikasi dan perhatian terhadap olahraga juga disebut harus menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia.
“Kebanggaan ini terus harus dipertahankan. Dedikasi itu terus harus ditingkatkan. Dan perhatian kita pada dunia olahraga juga harus menjadi satu kesatuan dari upaya kita membangun sumber daya manusia,” tuturnya. Ia berharap perkembangan taekwondo dan cabang olahraga lainnya di Kota Samarinda terus mengalami peningkatan.
Sementara itu, Panitia Pelaksana, Krisna Wati, yang mewakili Ketua Panitia Afif Rayhan Harun, mengatakan Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Samarinda 2026 mengusung tema “Melalui Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Samarinda, Kita Wujudkan Atlet Muda yang Berprestasi, Berkarakter, Sportif, dan Berdaya Saing”.
Kejuaraan tersebut berlangsung selama tiga hari, 18-20 September 2026, di Dojang Taekwondo Kalimantan Timur, Folder Air Hitam, Samarinda. "Sebanyak 23 klub ambil bagian dengan total 508 atlet. Pertandingan mempertandingkan nomor kyorugi dan poomsae," paparnya.
Krisna mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara keseluruhan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara keseluruhan,” katanya.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, kejuaraan tersebut diharapkan dapat melahirkan atlet taekwondo yang berprestasi, disiplin, sportif, berkarakter, serta mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co