Samai Rekor Pahit Tony Ferguson Usai Kalah 8 Kali Beruntun, Akankah Tai Tuivasa Ditendang UFC?

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 08:00 WIB
Tai Tuivasa (kiri) kalah lagi.
Tai Tuivasa (kiri) kalah lagi.

 
LOS ANGELES — Petarung kelas berat populer asal Australia, Tai Tuivasa, kembali menelan hasil pahit di panggung UFC. Bertarung dalam kartu babak pendahuluan (preliminary card) UFC 331 di Crypto.com Arena, Tuivasa harus mengakui keunggulan Robelis Despaigne lewat keputusan angka tipis (split decision).

Kekalahan ini menjadi kekalahan kedelapan secara berturut-turut bagi petarung yang dikenal lewat aksi selebrasi minum dari sepatu (shoey) tersebut. Hasil kelam ini secara resmi menyejajarkan nama Tuivasa dengan mantan juara interim kelas ringan, Tony Ferguson, sebagai pemegang rekor rentetan kekalahan terpanjang sepanjang sejarah UFC.

Meski begitu, CEO UFC Dana White tak bisa menutupi rasa simpati dan kekagumannya terhadap kepribadian Tuivasa saat memberikan tanggapan dalam konferensi pers pasca-laga. "Kami mencintai Tai. Kami sangat menyukainya, dia pria yang luar biasa," ujar Dana White. "Malam ini, ronde pertama dari pertarungan itu sangat luar biasa. Ya, dia adalah orang yang sangat baik."

Persimpangan Karier: Dipertahankan atau Diputus Kontrak?

Kendati Dana White dan pihak promosi menyukai sosok Tuivasa yang ramah dan dicintai para penggemar (fan favorite), mempertahankan petarung dengan tren delapan kekalahan beruntun menjadi dilema besar bagi UFC. Di satu sisi, ruang roster UFC sangat kompetitif untuk ditempati oleh petarung lain yang lebih berhak.

Namun di sisi lain, gaya bertarungnya yang selalu menyajikan baku hantam jual-beli pukulan (stand and bang) membuat laga Tuivasa selalu dinantikan penonton.

Jika manajemen UFC akhirnya memilih untuk memutus kontraknya, karier Tuivasa di arena pertarungan dinilai belum sepenuhnya tamat. Karakter bertarungnya yang atraktif dinilai sangat cocok untuk menjajaki arena olahraga adu jotos lainnya, seperti tinju profesional, Bare Knuckle FC (BKFC), atau ajang Power Slap. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
ufc