Tampil Heroik bak Rocky Balboa, Alexandre Pantoja Tulis Pesan Emosional Usai Kalah di UFC 331

Indra Zakaria • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:49 WIB
Pukulan Van mendarat telak di wajah Pantoja.
Pukulan Van mendarat telak di wajah Pantoja.

LOS ANGELES – Sosok yang kerap dijuluki Rocky Balboa di arena seni beladiri campuran, Alexandre Pantoja, memberikan penampilan penuh determinasi pada ajang UFC 331 yang berlangsung di Los Angeles, California. Sayangnya, perjuangan habis-habisan petarung asal Amerika Selatan tersebut belum cukup untuk merebut kembali takhta kelas terbang (flyweight).

Sebelumnya, Pantoja merupakan raja tak terbendung di divisi 125 pon dengan rekor delapan kemenangan beruntun dan empat kali sukses mempertahankan gelar. Namun, dominasinya terhenti secara tragis akibat cedera dislokasi siku kiri yang memaksa sabuk juaranya dicabut. Setelah menepi selama sembilan bulan, Pantoja kembali ke dalam oktagon untuk menantang sang penguasa baru, Joshua Van.

Laga utama UFC 331 yang dibumbui rivalitas sengit ini menyajikan pertarungan sengit nan spektakuler. Selama 25 menit berjalan, kedua petarung saling jual beli serangan mematikan hingga digadang-gadang sebagai kandidat kuat Fight of the Year. Kendati Pantoja tampil sangat agresif, kelincahan Van yang baru berusia 24 tahun akhirnya menjadi pembeda dan memastikan kemenangan sang juara bertahan.

Usai laga berdarah tersebut, Pantoja yang harus menerima kenyataan pahit menyuarakan isi hatinya dengan mengutip pidato ikonik dari film Rocky Balboa.

"Saya akan memberi tahu Anda sesuatu yang sudah Anda ketahui: dunia ini tidak selalu penuh dengan kebahagiaan dan pelangi. Ini adalah tempat yang jahat dan kejam. Dunia tidak peduli seberapa tangguh Anda, ia akan memukul Anda hingga bertekuk lutut dan menahan Anda di sana selamanya jika Anda membiarkannya," tutur Pantoja.

Pantoja menegaskan bahwa kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan ujian ketahanan mental dalam menghadapi kerasnya kehidupan.

"Saya, Anda, atau siapa pun tidak ada yang bisa memukul sekeras kehidupan. Namun ini bukan tentang seberapa keras Anda bisa memukul, melainkan tentang seberapa keras Anda bisa menerima pukulan dan tetap melangkah maju. Seberapa banyak Anda mampu bertahan dan terus maju. Begitulah cara meraih kemenangan," lanjutnya.

"Jika Anda tahu nilai diri Anda, pergilah dan dapatkan apa yang pantas Anda dapatkan. Namun Anda harus bersedia menerima pukulan tersebut. Jangan menunjuk jari dan menyalahkan orang lain atas kegagalan Anda. Hanya penakut yang melakukan itu," tegas mantan juara tersebut.

Pantoja menutup pesan emosionalnya dengan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para penggemar yang terus berdiri mendukungnya di masa-masa sulit. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
alexandre pantoja