LAS VEGAS – Ajang UFC Fight Night 290 yang digelar di Meta APEX, Las Vegas, kembali menjadi panggung spektakuler bagi para pemburu penyelesaian mutlak. Dari rangkaian pertarungan sengit yang tersaji di oktagon, duel utama kelas menengah (middleweight) sukses mencuri perhatian publik setelah Brendan Allen menghentikan perlawanan Christian Leroy Duncan secara dramatis di ronde kelima.
Kemenangan lewat kuncian di detik-detik akhir laga tersebut tidak hanya mempertegas dominasi Allen di divisi menengah, tetapi juga memberi luka pertama bagi Duncan. Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Duncan karena untuk pertama kalinya sepanjang karier profesionalnya, ia harus menyerah lewat keputusan stoppage.
Hasil manis ini kian melambungkan nama Allen di jajaran petarung paling berbahaya di UFC. Sejak tahun 2020, Allen berhasil mengumpulkan 15 kemenangan di oktagon, sebuah angka fantastis yang menjadikannya petarung paling produktif meraih kemenangan di UFC dalam rentang waktu tersebut.
Tambahan hasil positif ini juga menempatkannya di posisi tiga besar pemegang kemenangan terbanyak sepanjang sejarah kelas menengah UFC dengan 15 kemenangan, menempel ketat rekor legendaris milik Michael Bisping dan Brad Tavares yang sama-sama mengoleksi 16 kemenangan. Tak hanya itu, Allen juga menyamai rekor Kevin Holland sebagai jebolan Dana White's Contender Series dengan jumlah kemenangan terbanyak di panggung utama UFC.
Ketajaman Allen dalam mengunci lawan pun kian tak terbendung. Kemenangan atas Duncan menjadi kuncian ketujuhnya di divisi menengah, catatan terbanyak kedua dalam sejarah kelas tersebut di bawah Gerald Meerschaert. Secara keseluruhan, petarung asal Amerika Serikat ini memang dikenal sebagai spesialis pencetak finish, dengan 20 dari total 28 kemenangan kariernya diraih sebelum peluit akhir berbunyi.
Pertarungan sengit di Meta APEX ini turut membuahkan hasil manis bagi para petarung yang tampil impresif. Brendan Allen, Andre Fili, Otari Tanzilovi, dan Alice Pereira masing-masing berhak membawa pulang bonus penampilan malam pertarungan (Fight Night Bonus) sebesar seratus ribu dolar AS. Sementara itu, empat petarung lainnya juga mengamankan bonus penyelesaian laga masing-masing sebesar 25 ribu dolar AS, melengkapi total kucuran dana kepatuhan promosi yang mencapai hampir dua ratus ribu dolar.
Secara statistik, prediksi bursa taruhan terbukti cukup akurat dengan mencatatkan enam kemenangan bagi petarung unggulan berbanding lima kemenangan untuk petarung underdog, di mana satu laga lainnya harus berakhir imbang. Seluruh rangkaian 12 pertarungan di kartu UFC Fight Night 290 ini menghabiskan total waktu bertanding selama satu jam 45 menit 31 detik. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co