UFC 333: Menolak Tunduk pada Kritik Dana White, Movsar Evloev Yakin Tumbangkan Alexander Volkanovski

Indra Zakaria • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:42 WIB
Movsar Evloev akan melawan Alexander Volskanovski di UFC 333.
Movsar Evloev akan melawan Alexander Volskanovski di UFC 333.

ABU DHABI – Di saat UFC semakin menggandrungi petarung yang gemar menang lewat knockout (KO) cepat, petarung kelas bulu (featherweight) tak terkalahkan, Movsar Evloev, justru konsisten memilih jalannya sendiri. Jelang pertarungan perebutan gelar juara dunia melawan Alexander Volkanovski di UFC 333 akhir pekan ini di Abu Dhabi, Evloev menegaskan tak akan mengubah gaya bertarungnya.

Sejak debut di UFC pada 2019, petarung asal Rusia berrekor 18-0 (10-0 di UFC) ini selalu menyelesaikan pertarungannya hingga ronde terakhir lewat keputusan juri (decision). Rekor tersebut bahkan sempat memicu kritik tajam dari Presiden UFC Dana White, yang menyebut gaya bertarung Evloev "menyedot gairah penonton dari arena".  Namun, kritik dan skeptisisme dari pimpinan UFC tak menghentikan langkah Evloev. Ia berhasil menundukkan nama-nama besar seperti Arnold Allen, Aljamain Sterling, hingga Lerone Murphy untuk mengamankan posisi sebagai penantang utama gelar juara.

Berbeda dengan kritikan publik, raja kelas bulu Alexander Volkanovski justru memberikan penghormatan tinggi atas pencapaian dan teknik bertarung Evloev. Volkanovski menilai keahlian taktikal Evloev sangat luar biasa dan menganggapnya sangat layak berada di panggung perebutan sabuk emas. Evloev pun menyambut positif pengakuan dari sang juara bertahan.  "Dia adalah juara sejati, bukan juara palsu. Petarung terbaik selalu ingin berhadapan dengan yang terbaik di divisinya. Volk tahu siapa yang terbaik, dan laga ini akhirnya terwujud," ujar Evloev.

Meski memahami bahwa Volkanovski yang kini berusia 38 tahun telah mengukir warisan besar di UFC, Evloev menegaskan bahwa laga ini adalah momen baginya untuk menggeser dominasi sang juara.

"Gaya hidup sebagai petarung tingkat tinggi menuntut fokus penuh selama bertahun-tahun. Saya paham betul betapa melelahkannya itu bagi Volk. Tapi untuk saya, masih banyak hal yang harus saya capai," lanjutnya.

Langkah Evloev mempertahankan gaya bertarung taktisnya terbilang berani, terutama di tengah kebijakan UFC yang belakangan bersikap tegas terhadap petarung teknikal yang dianggap 'kurang menghibur'. Kendati demikian, Evloev tetap bangga dengan pendekatan permainannya yang penuh perhitungan.

Menanggapi komentar Volkanovski yang menyebut Evloev tidak akan bisa mengalahkannya hanya dengan mengandalkan penilaian juri, Evloev membalasnya dengan tenang.  "Dia mencoba memengaruhi psikologis saya. Berkat gaya bertarung yang saya miliki, saya bisa mengalahkan siapa saja lewat decision, dan Volkanovski bukan pengecualian. Tapi untuk laga kali ini, kami tentu mengincar hasil penyelesaian (finish) lebih cepat sebelum lima ronde usai," ungkapnya.

Pertarungan di Abu Dhabi akhir pekan ini menjadi panggung istimewa bagi Evloev. Berbeda dengan laga-laga sebelumnya di mana ia sering mendapat cemoohan dari penonton Barat, kali ini Evloev bertanding di hadapan basis penggemar yang sangat mendukungnya.

"Di Los Angeles orang-orang menyoraki saya karena mereka sangat mencintai Volk sebagai legenda. Namun di Abu Dhabi situasinya akan berbeda, saya punya banyak teman dan pendukung di sini," tutur Evloev.

Bagi para penikmat taktik dan tingkat keahlian tinggi MMA, bentrokan antara ketahanan disiplin Evloev dan keperkasaan Volkanovski di UFC 333 diprediksi akan menjadi salah satu pertarungan paling teknikal tahun ini.  "Ketika pintu oktagon ditutup, tidak ada yang bisa menghentikan apa yang harus Anda lakukan. Hanya ada saya dan Volk di dalam sana, dan kita lihat siapa yang akan keluar sebagai juara," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Alexander Volkanovski Movsar Evloev