Gagal di Debut Heavyweight, Alex Poatan Kecewa pada UFC dan Buka Suara Jelang Lawan Pavlovich

Indra Zakaria • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:47 WIB
Alex saat berduel dengan Cyril Gane.
Alex saat berduel dengan Cyril Gane.

LAS VEGAS – Mantan juara dua divisi UFC, Alex "Poatan" Pereira, memastikan dirinya belum menyerah di divisi kelas berat (heavyweight), meski debutnya di kelas para raksasa tersebut tak berjalan mulus.

Pada Juni lalu, Pereira sejatinya hanya berjarak satu kemenangan untuk menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang meraih sabuk juara di tiga divisi berbeda. Namun, ambisi tersebut digagalkan oleh Ciryl Gane di ajang UFC Freedom 250 lewat kekalahan TKO pada ronde kedua.

Kini, bintang asal Brasil tersebut bersiap kembali ke oktagon untuk menghadapi petarung tangguh Sergei Pavlovich di UFC 334 pada 12 Desember mendatang.

Dalam wawancaranya di The Ariel Helwani Show, Pereira mengungkapkan kekecewaannya terkait proses penentuan lawan usai kekalahan dari Gane. Pereira awalnya berharap mendapatkan tanding ulang (rematch) perebutan gelar atau setidaknya berhadapan dengan penantang naik daun, Josh Hokit.

"Yang paling membuat saya kesal adalah mereka (UFC) sempat memberi tahu bahwa saya mungkin akan bertarung lagi lawan Gane untuk sabuk juara, atau menghadapi Hokit. Namun, tidak ada satu pun yang terwujud. Pada akhirnya, mereka membuat keputusan sesuai kehendak mereka sendiri berdasarkan kontrak," ujar Pereira melalui penerjemahnya.

Pihak UFC justru menjadwalkan Josh Hokit untuk menantang Ciryl Gane di partai utama UFC 334 yang berlangsung di Madison Square Garden, New York. Pereira menilai bentrokan melawan Hokit sebenarnya merupakan pilihan yang lebih ideal untuk laga kebangkitannya pasca-kekalahan. "Datang dari kekalahan, bertarung melawan Hokit tentu jauh lebih mudah bagi saya ketimbang menghadapi Pavlovich yang merupakan lawan jauh lebih berbahaya. Namun, secara teknis, Pavlovich tetaplah pertarungan yang sangat bagus dan menarik bagi saya," tambahnya.

Kekalahan dari Gane sempat membuat petarung berusia 39 tahun ini mempertimbangkan untuk turun kembali ke kelas berat ringan (light heavyweight), divisi di mana ia meninggalkan sabuk juaranya. Kendati demikian, jiwa kompetitifnya mendorong Pereira untuk tetap bertahan di divisi kelas berat.

"Saya sempat memikirkannya, tetapi saya adalah pria yang sangat kompetitif. Rencana awal saya memang bertahan di kelas berat dan bertarung dengan para petarung di sini. Saya selalu menyukai tantangan," tegas Pereira.

Ia juga menyadari bahwa kariernya di dunia seni bela diri campuran (MMA) sudah memasuki fase akhir. Namun, ia tak khawatir dengan masa depannya karena merasa seluruh pencapaian karier dan finansialnya sudah sangat terjamin.

"Jika saya mulai sering kalah, saya tidak ingin menjadi batu loncatan bagi petarung lain untuk naik. Saya hanya akan fokus menikmati waktu dan hasil kerja keras saya. Perencanaan karier untuk masa depan saya dan anak-anak sudah tuntas, jadi tidak ada lagi yang perlu saya buktikan," jelasnya.

Kekalahan TKO dari Gane memicu keraguan dari sebagian pengamat dan penggemar mengenai ketahanan dagu (chin) Pereira saat menerima pukulan dari para petarung kelas berat. Menanggapi kritik tersebut, Pereira memberikan jawaban menohok. "Orang-orang bodoh yang mengatakan saya tidak bisa menahan pukulan, saya hanya bisa menyebut mereka sekelompok orang idiot," tegas Pereira.

"Pukulan yang saya terima di awal laga melawan Gane terjadi saat semua orang masih segar. Siapa pun yang terkena pukulan seperti itu bisa langsung pingsan atau KO seketika, tetapi saya tidak. Saya masih bisa berdiri dan bertarung. Jadi, orang yang berbicara seperti itu hanyalah orang idiot," cercecarnya.

Mengenai laga perebutan gelar antara Ciryl Gane dan Josh Hokit di UFC 334, Pereira meragukan peluang Hokit untuk keluar sebagai pemenang. Ia menilai Hokit masih minim pengalaman untuk menghadapi petarung papan atas sekelas Gane dalam pertarungan lima ronde. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Alex Pereira