Trilogi UFC 333 Memanas, Petr Yan Sebut Merab Dvalishvili Sudah ‘Hancur’ dan Dibikin Rendah Hati

Indra Zakaria • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:30 WIB
Hook Petr Yan menghantam wajah Merab, dalam duel kedua mereka. Di UFC 333, mereka kembali baku hantam.
Hook Petr Yan menghantam wajah Merab, dalam duel kedua mereka. Di UFC 333, mereka kembali baku hantam.

ABU DHABI – Persaingan sengit di kelas bantam (bantamweight) UFC antara Petr Yan dan Merab Dvalishvili dipastikan kembali membara. Jelang duel trilogi mereka yang menjadi co-main event di ajang UFC 333 akhir pekan ini di Abu Dhabi, Yan membeberkan pandangannya mengenai rivalitas panjang tersebut.

Bicara dalam acara The Ariel Helwani Show, petarung asal Rusia sekaligus pemegang sabuk juara kelas bantam ini menegaskan bahwa dirinya telah berhasil membungkam dan meruntuhkan mental Dvalishvili pada pertemuan kedua mereka akhir tahun lalu.

Pertemuan pertama mereka pada Maret 2023 memang dimenangi oleh Dvalishvili lewat keputusan juri, di mana saat itu Yan bertarung dalam kondisi tangan patah. Namun, dalam laga tanding ulang (rematch) pada Desember 2025, Yan yang tampil dalam kondisi bugar berhasil menggagalkan strategi pertarungan jarak dekat khas Dvalishvili hingga merebut kembali mahkota juara.

Jelang bentrok ketiga, Dvalishvili sempat memantik ketegangan dengan menyebut Yan sebagai sosok yang kasar dan perlu "dibuat rendah hati". Menanggapi hal tersebut, Yan menilai Dvalishvili hanya mencari alasan dan menutupi kenyataan bahwa mentalnya sebenarnya sudah runtuh pada laga terakhir.

"Saya tidak kasar, saya hanya bicara jujur. Ketika dia mulai membuat-buat alasan, saya hanya menyuruhnya diam. Yang terpenting adalah dia sendiri tahu bahwa dialah yang sudah saya buat rendah hati," ujar Yan melalui penerjemahnya.  Yan menambahkan bahwa dalam pertarungan kedua lalu, Dvalishvili sendiri yang mengakui betapa beratnya tekanan yang ia terima di dalam oktagon.

"Perbedaan terbesar antara pertarungan pertama dan kedua adalah saya bisa memukulnya dengan bebas. Bahkan di wawancaranya sendiri, dia mengakui bahwa dirinya sudah 'hancur' (broken) di ronde kedua. Jadi, itu adalah fakta bahwa saya telah membuatnya rendah hati," tegas Yan.

Jeda waktu 10 bulan sejak laga terakhir dimanfaatkan Yan untuk menjalani pemulihan cedera saraf tulang belakang. Meski sempat absen bertanding cukup lama, Yan merasa sangat siap secara fisik maupun taktik untuk melakoni pertarungan ketiga.

Dengan catatan dua kali bertarung sebelumnya, Yan merasa sudah mengantongi seluruh peta kekuatan dan kelemahan Dvalishvili. Ia optimistis mampu mengendalikan jalannya laga sesuai dengan skenario yang ia inginkan.

"Kami sudah mengantongi banyak informasi tentang satu sama lain. Saya tahu apa yang harus diantisipasi dari dirinya kali ini, dan saya tahu cara membalasnya. Saya yakin bisa memaksa dia bertarung sesuai gaya yang saya inginkan, mengontrol jalannya laga, dan mengalahkannya sekali lagi," pungkasnya.  Pertarungan trilogi ini akan menjadi laga perdana di tahun 2026 bagi kedua petarung, sekaligus penentu siapa raja sejati di kelas bantam UFC. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
petr yan merab dvalishvili