ABU DHABI – Raja kelas bantam (bantamweight) UFC, Petr Yan, menyatakan kesiapannya untuk melakoni laga tanding ulang (rematch) melawan rival lamanya, Sean O'Malley. Syaratnya, Yan harus lebih dulu keluar sebagai pemenang dalam duel pertahanan gelar menghadapi Merab Dvalishvili di UFC 333 akhir pekan ini.
Persaingan antara Yan dan O'Malley memiliki riwayat yang cukup kontroversial. Pada pertemuan pertama mereka di UFC 280 pada Oktober 2022 lalu, O'Malley dinyatakan menang lewat keputusan juri yang terbelah (split decision). Hasil tersebut kala itu memicu perdebatan luas di kalangan komunitas MMA yang menganggap Yan lebih layak keluar sebagai pemenang.
Kemenangan kontroversial itu sukses melambungkan karier O'Malley hingga meraih sabuk juara usai meng-KO Aljamain Sterling di UFC 292. Namun kini, situasi berbalik: Yan kembali menduduki tahta tertinggi kelas bantam, sementara O'Malley berada di posisi mengejar gelar tersebut. Petr Yan: "Kenapa Tidak? Kami Punya Sejarah"
Saat diwawancarai oleh MMAFighting.com, Petr Yan tidak menutup pintu untuk kembali berhadapan dengan sang bintang asal Amerika Serikat tersebut. "Mengapa tidak? Sejujurnya, kami memiliki sejarah persaingan, jadi mengapa pertarungan itu tidak diwujudkan?" ujar Yan.
Yan mengakui bahwa performa O'Malley belakangan ini cukup mengesankan dan menempatkannya di jalur yang tepat untuk kembali bersaing di papan atas. "Dia jelas sedang dalam tren kemenangan dan melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dia bergerak maju dan membuktikan bahwa dia adalah salah satu kandidat utama yang pantas bertarung berebut gelar. Bukan berarti saya sangat terpesona melihatnya, tetapi dia berada di lintasan yang benar," jelas sang juara.
Nasib O'Malley Sangat Bergantung pada Hasil UFC 333
Peluang O'Malley untuk segera mendapatkan laga perebutan gelar (title shot) sangat bergantung pada hasil pertarungan utama UFC 333 antara Yan dan Dvalishvili di Abu Dhabi.
O'Malley diyakini akan memberikan dukungan penuh kepada Yan untuk menang. Pasalnya, jika Yan berhasil mempertahankan sabuknya, duel tanding ulang antara kedua rival ini akan sangat mudah diwujudkan oleh pihak UFC pada tahun 2027 mendatang.
Sebaliknya, jika Dvalishvili yang keluar sebagai pemenang, jalan O'Malley menuju tangga juara akan semakin terjal mengingat ia sudah menelan dua kekalahan dari Dvalishvili. Dalam skenario tersebut, penantang lain seperti Song Yadong diprediksi akan lebih berpeluang mengamankan tiket perebutan gelar berikutnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co