Kalah Tipis dari Petr Yan di UFC 333, Merab Dvalishvili Tetap Panen Pujian dan Bonus dari Dana White

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:42 WIB
Yan versus Merab.
Yan versus Merab.

PROKAL.CO— Kendati gagal keluar sebagai pemenang dalam duel trilogi memanas melawan Petr Yan di UFC 333, Merab Dvalishvili tetap berhasil mencuri perhatian dan meraih penghormatan tertinggi dari Bos UFC, Dana White.

Pertarungan sengit selama 5 ronde (25 menit) tersebut menyajikan aksi jual-beli serangan tanpa henti. Meski Petr Yan akhirnya dinyatakan menang mutlak (unanimous decision) lewat penilaian juri yang sangat tipis, penampilan luar biasa Dvalishvili membuat pertarungan ini dinobatkan sebagai Fight of the Night, dengan masing-masing petarung membawa pulang bonus $100.000 (sekitar Rp1,6 miliar).

Dalam sesi konferensi pers usai laga UFC 333, Dana White tak segan melontarkan pujian hangat untuk petarung asal Georgia tersebut. White mengenang awal mula ia merekrut Dvalishvili melalui acara Dana White's Lookin' for a Fight, atas rekomendasi sang pelatih, Matt Serra.

"Luar biasa. Dulu saya merekrutnya setelah Matt Serra memberitahu saya, 'Saya punya anak bernama Merab, dia akan menjadi juara dunia untukmu.' Semua yang dikatakan Matt Serra terbukti benar," ungkap Dana White.

White juga mengakui bahwa hubungan mereka sempat mengalami dinamika di masa lalu, namun hal itu tidak melunturkan rasa hormatnya terhadap Dvalishvili.

"Kami pernah melewati berbagai momen di masa lalu, tapi saya sangat menghormatinya. Dia sangat tangguh, tahan banting, dan benar-benar petarung yang liar (savage). Menurut saya, dia tidak bisa bertarung lebih sempurna lagi daripada apa yang diperlihatkannya malam ini. Penampilannya sungguh hebat," puji White.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Dvalishvili, yang kini mengantongi rekor 1-2 dalam tiga pertemuan triloginya melawan Petr Yan. Hasil tersebut memaksanya harus bersabar sebelum bisa kembali menantang sabuk juara kelas bantam (135 pon).

Kendati demikian, peluang Dvalishvili untuk kembali ke puncak belum sepenuhnya tertutup. Jika Sean O'Malley mendapatkan kesempatan menantang Petr Yan berikutnya dan berhasil merebut gelar juara, Dvalishvili berpeluang besar langsung merangsek kembali ke perebutan sabuk. Hal ini dikarenakan Dvalishvili memegang rekor dua kemenangan dominan atas O'Malley di masa lalu. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
petr yan merab dvalishvili