Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Fakta Baru Jupiter: Lebih Kecil dan Lebih Pipih dari Dugaan Ilmuwan Selama 50 Tahun

Redaksi Prokal • 2026-02-03 12:45:00
Foto yang diambil pada 21 Agustus 2025 ini menunjukkan planet Venus dan Jupiter di samping bulan sabit di langit di atas Kota Bei
Foto yang diambil pada 21 Agustus 2025 ini menunjukkan planet Venus dan Jupiter di samping bulan sabit di langit di atas Kota Bei

PROKAL.CO– Sebuah tim peneliti internasional baru saja mematahkan asumsi puluhan tahun mengenai dimensi Jupiter. Melalui pengukuran dengan tingkat presisi yang belum pernah dicapai sebelumnya, planet terbesar di tata surya ini ternyata ditemukan lebih kecil dan lebih pipih dibandingkan perkiraan para ilmuwan selama ini.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy ini mengoreksi data lama yang selama hampir setengah abad menjadi acuan tunggal. Sejak misi Voyager dan Pioneer milik NASA melintas pada 1970-an, dimensi Jupiter dihitung berdasarkan data terbatas yang masih menyisakan ruang ketidakpastian bagi para astronom.

Terobosan ini berhasil dilakukan berkat bantuan wahana antariksa Juno milik NASA yang telah mengorbit Jupiter sejak 2016. Setelah misinya diperpanjang pada 2021, Juno diarahkan ke lintasan khusus yang memungkinkannya melintas tepat di belakang Jupiter dari sudut pandang Bumi.

Saat posisi tersebut tercapai, sinyal radio yang dikirimkan Juno dibelokkan oleh atmosfer Jupiter yang sangat padat. Dengan melacak pembelokan sinyal tersebut secara saksama, para peneliti dari Institut Ilmu Pengetahuan Weizmann Israel berhasil menghitung ulang ukuran planet gas raksasa tersebut dengan akurasi yang jauh lebih tinggi.

Hasilnya cukup mengejutkan bagi dunia astronomi. Jupiter ternyata sekitar 8 kilometer lebih sempit pada bagian ekuator dan 24 kilometer lebih pipih di bagian kutubnya jika dibandingkan dengan kalkulasi sebelumnya.

Meskipun angka tersebut terlihat kecil dalam skala planet raksasa, temuan ini memiliki dampak besar bagi ilmu pengetahuan. Data terbaru ini membantu para ilmuwan menyempurnakan model bagian dalam Jupiter, memberikan wawasan lebih dalam mengenai pola angin yang sangat kuat, hingga memahami bagaimana proses pembentukan dan evolusi planet-planet raksasa di alam semesta. (*)

Editor : Indra Zakaria