Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Karya Seni yang Hidup: Mengenal Picasso Bug, Kumbang 'Abstrak' Beraroma Tajam dari Afrika

Indra Zakaria • 2026-02-17 13:50:00
Picasso Bug
Picasso Bug

PROKAL.CO – Alam sering kali memiliki cara unik untuk meniru seni manusia, atau mungkin sebaliknya. Salah satu buktinya adalah kehadiran Sphaerocoris annulus, atau yang lebih dikenal dengan nama Picasso Bug. Serangga asal benua Afrika ini menjadi viral di kalangan pecinta alam karena pola geometris di punggungnya yang sangat mirip dengan gaya lukisan modern karya maestro legendaris, Pablo Picasso.

Picasso Bug merupakan anggota dari famili Scutelleridae, kelompok serangga yang sering dijuluki sebagai "serangga permata" karena kemilau dan keindahan warnanya. Namun, di balik estetikanya yang memukau, pola warna cerah tersebut bukanlah sekadar hiasan.

Dalam dunia biologi, warna-warna kontras ini disebut sebagai peringatan aposematik. Pola geometris hijau, hitam, dan merah pada tubuhnya berfungsi sebagai sinyal peringatan bagi para predator. Jika peringatan visual tersebut diabaikan dan sang pemangsa tetap mendekat, Picasso Bug akan mengeluarkan senjata pamungkasnya: aroma busuk yang sangat tajam untuk mengusir ancaman.

Secara fisik, serangga kecil ini memiliki lapisan keras menyerupai perisai yang menutupi sayap dan seluruh bagian perutnya. Meskipun penampilannya tampak tangguh, Picasso Bug sebenarnya adalah makhluk herbivora yang cukup tenang. Mereka bertahan hidup dengan cara menghisap cairan dari berbagai jenis tanaman menggunakan mulut khusus yang dirancang untuk menusuk batang atau daun.

Keberadaan Picasso Bug menjadi pengingat bagi kita bahwa keindahan alam sering kali berjalan beriringan dengan mekanisme pertahanan yang canggih. Bagi para kolektor foto makro, serangga ini adalah objek impian, namun bagi para predator, ia adalah "lukisan" yang sebaiknya tidak dicicipi. (*)

PROFIL SINGKAT:

Nama Ilmiah: Sphaerocoris annulus

Keluarga: Scutelleridae (Shield-backed bugs)

Habitat: Wilayah tropis dan subtropis Afrika (Nigeria, Ethiopia, hingga Afrika Selatan).

Karakteristik: Memiliki pola lingkaran konsentris dan garis geometris, serta mampu mengeluarkan bau menyengat sebagai pertahanan diri.

Editor : Indra Zakaria