Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bukan Sekadar Pendatang: Menguak Fakta Islam Sebagai Agama Monoteistik Kedua di Benua Amerika

Indra Zakaria • Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:15 WIB

Lukisan tentang perbudakan AS.
Lukisan tentang perbudakan AS.

Sejarah kedatangan bangsa Eropa ke Amerika sering kali berfokus pada kedatangan kaum Puritan di Teluk Massachusetts pada tahun 1630. Namun, catatan sejarah menunjukkan realitas yang berbeda: umat Muslim dari Afrika Barat telah menetap di "Dunia Baru" lebih dari seabad sebelumnya. Fakta ini menempatkan Islam sebagai agama monoteistik kedua yang hadir di Amerika setelah Katolik, bahkan sebelum gerakan Protestanisme lahir di Eropa.

Bukti tertulis keberadaan umat Muslim di Amerika ditemukan dalam korespondensi resmi tahun 1503. Gubernur Kerajaan Hispaniola (wilayah yang kini mencakup Haiti dan Republik Dominika) mengirimkan surat kepada Ratu Isabella dari Spanyol. Dalam surat tersebut, sang Gubernur meminta pembatasan impor budak dari Afrika Barat. Alasannya cukup mengejutkan: para budak Muslim ini dikenal sering melakukan perlawanan dan berulang kali melarikan diri dari pemilik mereka.

Pemberontakan Natal 1522

Keberanian dan militansi komunitas Muslim awal di Amerika memuncak pada pagi hari Natal tahun 1522. Peristiwa ini dicatat sebagai pemberontakan budak pertama di Dunia Baru. Sebanyak 20 budak Afrika di Hispaniola melakukan perlawanan terbuka terhadap penjajah Spanyol.

Catatan Gubernur saat itu merinci bahwa sebagian besar pemberontak berasal dari suku Wolof, sebuah kelompok etnis dari wilayah Senegambia yang telah memeluk Islam sejak abad ke-11. Hal ini menunjukkan bahwa identitas keagamaan mereka telah mengakar kuat selama ratusan tahun sebelum mereka menginjakkan kaki di benua Amerika.

Islam Hadir Sebelum Protestanisme

Fakta sejarah ini mematahkan narasi umum bahwa sejarah agama di Amerika dimulai dari kelompok Protestan. Secara kronologis, umat Muslim telah tinggal di Amerika jauh sebelum kaum Puritan mendirikan koloni mereka pada abad ke-17. Bahkan, kehadiran mereka mendahului kemunculan Protestanisme itu sendiri sebagai gerakan keagamaan di dunia.

Keberadaan umat Muslim di masa awal pembentukan Amerika memberikan perspektif baru mengenai keragaman akar sejarah di Benua Merah. Islam bukan hanya sekadar agama pendatang baru, melainkan bagian integral dari sejarah awal "Dunia Baru" yang sering kali terlupakan dalam buku-buku sejarah konvensional. (*)

Editor : Indra Zakaria