PROKAL.CO- Dunia peternakan internasional terus terpukau oleh keberadaan Ayam Naga Vietnam, atau yang secara tradisional dikenal sebagai Ayam Dong Tao. Ras ini bukan sekadar unggas biasa, melainkan salah satu ras ayam tertua dan paling unik di dunia yang berasal dari komune Dong Tao di distrik Khoai Chau, dekat Hanoi. Karakteristik paling mencolok yang membedakannya dari jenis ayam lainnya adalah ukuran kakinya yang raksasa, kemerahan, dan tertutup sisik kasar menyerupai kaki naga dalam mitologi Asia.
Pada masa lalu, Ayam Dong Tao merupakan komoditas eksklusif yang hanya dikembangbiakkan khusus untuk disajikan kepada keluarga kerajaan dan para pejabat tinggi dalam ritual pemujaan. Kaki besarnya yang ikonik bukan sekadar keunikan visual, melainkan dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran. Tekstur dagingnya yang padat, kenyal, dan kaya rasa membuat hidangan dari ayam ini tetap menjadi incaran utama para pencinta kuliner mewah hingga saat ini, terutama saat perayaan Tahun Baru Imlek (Tet) di Vietnam.
Namun, memelihara Ayam Naga bukanlah perkara mudah. Kelangkaan dan harganya yang selangit—bisa mencapai puluhan juta rupiah per ekor—disebabkan oleh tingkat kesulitan pengembangbiakannya yang sangat tinggi. Karena ukuran kakinya yang sangat besar dan kaku, ayam ini sering kali kesulitan mengerami telurnya sendiri tanpa memecahkannya. Para peternak harus memberikan perawatan ekstra manual, mulai dari proses penetasan hingga menjaga suhu kandang agar sensitivitas kulit ayam ini tetap terjaga.
Kini, Ayam Dong Tao telah menjadi simbol prestise dan warisan budaya yang dijaga ketat kelestariannya. Meskipun permintaan pasar terus meningkat dari berbagai belahan dunia, pusat pelestarian di Vietnam tetap mempertahankan standar ketat agar keaslian ras "Kaki Naga" ini tidak luntur oleh persilangan genetik. Bagi para kolektor dan pehobi unggas hias, memiliki Ayam Dong Tao adalah kebanggaan tersendiri yang menunjukkan apresiasi terhadap sejarah panjang salah satu ras unggas paling eksotis di muka bumi.(*)
Editor : Indra Zakaria