IEE Series 2026 Resmi Digelar di Balikpapan, Hadirkan 100 Perusahaan dari 10 Negara dan Dorong Kolaborasi Industri Indonesia Timur

PROKAL.co, BALIKPAPAN- Di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan meningkatnya aktivitas industri di Kalimantan Timur, Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026 hadir sebagai panggung kolaborasi bagi pelaku usaha energi, pertambangan, dan konstruksi. Ajang yang digelar selama tiga hari hingga 12 Juni mendatang di BSCC Dome Balikpapan itu menjadi titik temu investasi dan inovasi untuk mendukung pertumbuhan kawasan Indonesia Timur.
Penyelenggaraan perdana Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series Balikpapan 2026 yang resmi dibuka di BSCC Dome Balikpapan, Rabu (10/6). Pameran ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis selama tiga hari penyelenggaraan di BSCC Dome Balikpapan.
Pameran ini menghadirkan tiga sektor strategis dalam satu ekosistem terpadu, yakni pertambangan melalui Mining Indonesia, konstruksi melalui Construction Indonesia, serta minyak dan gas bumi melalui Oil & Gas Indonesia.
Lebih dari 100 perusahaan, asosiasi, dan organisasi ambil bagian dalam ajang tersebut dengan membawa lebih dari 200 merek dagang dari dalam dan luar negeri. Peserta berasal dari sedikitnya 10 negara dan menempati area pameran seluas lebih dari 5.000 meter persegi.
Pembukaan IEE Series Balikpapan 2026 dilakukan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Bambang Arwanto, AP, M.Si, yang mewakili Gubernur Kalimantan Timur, bersama sejumlah perwakilan asosiasi industri dan manajemen Pamerindo Indonesia.
Dalam sambutannya, Bambang Arwanto menilai penyelenggaraan IEE Series menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi industri energi dan rekayasa di tengah perubahan global yang berlangsung cepat.
Menurutnya, perkembangan teknologi, digitalisasi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan telah mengubah wajah industri secara signifikan. Karena itu, inovasi menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing sektor energi dan industri nasional.
“Dunia sedang menghadapi perubahan besar. Teknologi berkembang sangat cepat, digitalisasi semakin luas, dan kebutuhan terhadap efisiensi yang berkelanjutan terus meningkat. Tema Energy and Engineering sangat relevan untuk membahas arah transformasi industri ke depan,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran IEE Series mampu menjadi katalis lahirnya kerja sama baru, investasi baru, hingga inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan sektor energi dan rekayasa di masa mendatang.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


