Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Telisik Eks Lokalisasi Manggarsari, PSK Bermunculan Jam 9 Malam, Musik dan Alkohol Jadi Pengiring

Redaksi • 2025-06-19 10:45:00
Salah satu pojok eks lokalisasi Manggar Sari yang diduga kuat masih buka.
Salah satu pojok eks lokalisasi Manggar Sari yang diduga kuat masih buka.

 

Kawasan eks lokalisasi Manggarsari Balikpapan Timur kembali menggeliat setelah jam 9 malam. PSK bermunculan, musik keras dan aroma alkohol mengisi malam, meski lokalisasi ini telah resmi ditutup.

BALIKPAPAN – Meski telah ditutup secara resmi oleh Pemerintah Kota Balikpapan, lokalisasi Manggarsari di Balikpapan Timur disinyalir masih aktif secara terselubung. Hasil investigasi Balikpapan Pos di lapangan mengungkap bahwa kawasan ini justru mulai menggeliat saat malam menjelang.

Pada siang hari, Manggarsari tampak sepi dan nyaris mati suri. Warung-warung tertutup rapat, jendela dan pintu dikunci, dan nyaris tak ada aktivitas mencolok dari luar. Namun, diam bukan berarti berhenti. Beberapa warga sekitar mengakui bahwa para pekerja seks komersial (PSK) memang sengaja menghindari aktivitas di siang hari.

 

Mulai pukul 8 malam, sejumlah wanita yang diduga PSK mulai bermunculan dan duduk-duduk di pinggir gang, kanan dan kiri jalan, sambil memanggil pria-pria yang melintas. Puncaknya terjadi pada pukul 9 malam, ketika kawasan Manggarsari berubah menjadi zona ‘merah’ yang menggeliat di balik gelap.

“Mereka mulai keluar jam 8 malam, dan paling ramai di jam 9 malam. Duduk di pinggir-pinggir gang, ada yang berdiri juga, manggil-manggil orang yang lewat,” tambah RD.

Selain kehadiran para PSK, suasana malam juga diwarnai dentuman musik keras dari dalam warung dan bangunan-bangunan di dalam kawasan. Aroma alkohol pun menyeruak tajam, menjadi bagian dari malam yang penuh godaan di kawasan yang seharusnya sudah bersih dari praktik prostitusi.

“Kalau jam 12 malam, musik memang dimatikan. Itu sudah kesepakatan mereka. Tapi aktivitasnya masih terus berjalan sampai dini hari, bahkan ada yang sampai jam 3 pagi,” ungkap sumber warga tersebut.(*)

 

Editor : Indra Zakaria