BALIKPAPAN – Insiden kecelakaan kapal terjadi di atas KM Dharma Kartika IX yang baru saja bersandar di Pelabuhan Semayang, Kota Balikpapan, pada Selasa pagi, 27 Januari 2026. Peristiwa ini bermula ketika sebuah truk bermuatan beras yang berada di dek kapal terbalik, mengakibatkan empat orang penumpang terjepit di dalam kendaraan. Kapal tersebut diketahui baru saja menyelesaikan pelayaran dengan rute dari Pare-Pare menuju Balikpapan sebelum kecelakaan terjadi di area parkir kendaraan.
Kantor SAR Balikpapan yang menerima laporan pada pukul 08.48 WITA langsung mengerahkan satu Tim Rescue menuju lokasi kejadian. Proses evakuasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Endrow Sasmita, berlangsung cukup menantang karena kondisi para korban yang terhimpit struktur kendaraan di ruang dek yang terbatas. Tim SAR melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait di pelabuhan untuk mempercepat penyelamatan demi meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
Dari empat korban yang berhasil dievakuasi, satu orang pria berusia 52 tahun bernama Idham Rapi, asal Kabupaten Berau, dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, tiga korban lainnya berhasil diselamatkan meskipun dalam kondisi luka-luka. Mereka adalah Hj. Nurma (64) asal Luwu, Rosnaini (43) asal Wajo, serta seorang anak perempuan berusia 10 tahun bernama Nur Asisah, warga Kelurahan Teritip, Balikpapan. Seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk mendapatkan penanganan medis, di mana korban anak-anak hingga kini masih dalam pemantauan ketat tim dokter.
Kecelakaan ini juga menimbulkan kerugian materiil yang cukup signifikan di dalam dek kapal. Truk pengangkut beras yang terbalik ke sisi kanan tersebut menimpa satu unit kendaraan pick up L300 bermuatan telur hingga tertimbun, serta merusak satu unit mobil Triton yang berada di dekatnya. Hingga siang hari pukul 12.57 WITA, Operasi SAR masih terus berlangsung dengan fokus pada pemindahan barang muatan dan reruntuhan kendaraan guna memastikan tidak ada lagi korban lain yang tertinggal di area reruntuhan.(*)
Editor : Indra Zakaria