BALIKPAPAN – Layanan transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT) Balikpapan City Trans atau yang lebih dikenal dengan Bacitra terus menunjukkan tren positif. Merespons tingginya minat warga dalam menggunakan transportasi massal, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan resmi menambah lima unit armada baru guna memperkuat kualitas pelayanan di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, mengungkapkan bahwa penambahan armada ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat yang semakin bergantung pada layanan bus perkotaan tersebut. Selain penguatan unit, Pemerintah Kota Balikpapan kini mulai bersiap menghadapi fase penting, yaitu proses penyerahan kewenangan operasional atau handover dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat kepada pemerintah daerah.
Sesuai dengan rencana yang telah dibahas dalam forum OPD, pengalihan operasional secara penuh tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Juli 2027. Bersamaan dengan pengalihan kewenangan tersebut, kebijakan tarif gratis yang dinikmati masyarakat saat ini juga dipastikan akan berakhir sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) antara Wali Kota Balikpapan dan Kementerian Perhubungan.
Masa transisi ini menuntut kesiapan anggaran yang cukup besar dari APBD. Fadli menjelaskan bahwa jika nantinya ketiga koridor Bacitra diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota, diperlukan dana operasional berkisar antara Rp35 hingga Rp36 miliar per tahun. Estimasi biaya per satu koridor sendiri mencapai angka Rp11 hingga Rp12 miliar, yang mencakup seluruh biaya teknis dan pemeliharaan armada.
Selain fokus pada pembiayaan, perluasan jangkauan layanan juga menjadi agenda prioritas Dishub. Berdasarkan berbagai aspirasi masyarakat melalui Musrenbang dan reses anggota dewan, masih banyak wilayah seperti Balikpapan Utara hingga Kilometer 23, serta kawasan Balikpapan Timur dan Barat yang belum tersentuh rute bus. Merespons hal tersebut, penambahan koridor baru sedang diusulkan kepada Bappeda agar dapat disesuaikan dengan kapasitas anggaran daerah.
Langkah pengembangan Bacitra ini dipandang sebagai pilar penting dalam mewujudkan visi Balikpapan menuju smart city. Melalui infrastruktur transportasi yang lebih menjangkau banyak titik, pemerintah berharap masyarakat perlahan mulai beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik, guna menekan kemacetan dan menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih efisien dan modern.(*)
Editor : Indra Zakaria