BALIKPAPAN — Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang berlangsung di Aula Balai Kota Balikpapan menjadi panggung kritis bagi legislatif. Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, memberikan catatan keras mengenai perlunya pemerataan infrastruktur dan pengawasan ketat terhadap potensi pendapatan daerah yang hilang.
Taufik menekankan bahwa penyusunan arah pembangunan Balikpapan tidak boleh lagi dilakukan secara parsial. Ia menyoroti pentingnya keterpaduan antara program prioritas pemerintah kota dengan temuan lapangan anggota dewan di masing-masing komisi agar setiap persoalan masyarakat dapat ditangani secara tuntas dan menyeluruh.
Salah satu poin krusial yang diungkap adalah temuan mengenai potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan koordinasi dengan berbagai mitra kerja, Taufik menilai masih banyak penerimaan daerah yang tidak tergarap optimal karena lemahnya pengawasan di lapangan. Ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membenahi tata kelola pajak makanan, hiburan, hingga sektor parkir, guna memastikan sekecil apa pun pemasukan dapat masuk ke kas resmi daerah.
Sektor infrastruktur juga tidak luput dari kritik. Taufik menilai pembangunan di Balikpapan selama ini terlalu berpusat di kawasan Jalan MT Haryono. Ia mendorong Pemerintah Kota untuk memperluas jangkauan proyek ke wilayah lain, khususnya Balikpapan Barat. Salah satu usulan konkretnya adalah pengembangan kawasan di belakang SMA 8 hingga area Bendali untuk disulap menjadi destinasi wisata baru dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp10 miliar.
Selain wisata air, pengembangan kawasan mangrove yang dinilai jalan di tempat juga menjadi perhatian. Taufik menegaskan bahwa usulan-usulan tersebut merupakan murni aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses DPRD. Pembangunan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pinggiran diharapkan tidak hanya memecah konsentrasi keramaian, tetapi juga menjadi mesin baru bagi peningkatan PAD Balikpapan di masa depan. (*)
Editor : Indra Zakaria