Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menko Polkam Pantau Kilang Balikpapan: Pastikan Pasokan BBM Lebaran Aman di Tengah Gejolak Global

Redaksi Prokal • 2026-03-05 08:10:00

Djamari Chaniago (kanan) dan Rudy Mas’ud (dua kanan) saat melakukan kunjungan kerja ke Kilang Pertamina Balikpapan, Selasa (3/3).
Djamari Chaniago (kanan) dan Rudy Mas’ud (dua kanan) saat melakukan kunjungan kerja ke Kilang Pertamina Balikpapan, Selasa (3/3).

 

BALIKPAPAN – Di tengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, Pemerintah Indonesia bergerak cepat memastikan stabilitas energi dalam negeri tetap terjaga. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kilang Pertamina Balikpapan pada Selasa (3/3/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kelancaran operasional sekaligus meninjau progres Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dini pemerintah agar pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tidak terganggu, terutama menjelang momen krusial Idulfitri 1447 Hijriah. Menko Polkam menegaskan bahwa Kilang Balikpapan memiliki peran vital sebagai tulang punggung kedaulatan energi Indonesia.

“Kedatangan saya ke sini untuk meninjau seberapa jauh operasional Proyek Strategis Nasional RDMP Balikpapan sebagai bagian dari urat nadi ketahanan energi nasional,” ujar Djamari Chaniago saat memberikan keterangan di kompleks PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Mengingat statusnya sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas), Djamari meminta aparat keamanan di daerah, khususnya Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltim, untuk meningkatkan pengawasan ekstra ketat. Fokus pengamanan tidak hanya pada area fisik kilang, tetapi juga pada jalur distribusi laut dan pipa bawah laut yang rawan gangguan.

Menanggapi kekhawatiran global, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, memberikan kabar baik mengenai kemandirian pasokan bahan baku. Ia menjelaskan bahwa Kilang Balikpapan saat ini memiliki kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel per hari dan secara mengejutkan memiliki ketahanan terhadap krisis di Timur Tengah.

“Kilang Balikpapan tidak secara langsung terpengaruh oleh gangguan pasokan dari Timur Tengah karena bahan baku minyak mentahnya berasal dari dalam negeri dan kawasan Asia Tenggara,” jelas Bambang. Ia juga menambahkan bahwa progres megaproyek RDMP kini telah mencapai angka yang menggembirakan, yakni di atas 97 persen.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyambut positif kehadiran Menko Polkam. Ia berharap sinergi ini menjadi pemantik bagi pemerintah pusat untuk mulai membangun cadangan energi nasional yang lebih tangguh. Rudy mencatat bahwa saat ini ketahanan BBM nasional masih berada di kisaran 20 hari yang sifatnya masih cadangan operasional.

Kunjungan yang dihadiri oleh jajaran petinggi TNI-Polri di Kalimantan Timur ini ditutup dengan pertemuan di Markas Kodam VI/Mulawarman. Dalam pertemuan tersebut, Menko Polkam menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, adat, dan agama dalam menjaga stabilitas keamanan Kaltim sebagai penyangga utama energi nasional di masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria