Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bus Bacitra Jurusan IKN dan Antarmoda Kini Terpusat di Shelter Bandara Lama, Catat Tanggal Mainnya!

Redaksi Prokal • 2026-03-05 07:40:00

Muhammad Fadli Pathurrahman dan Renhard Ronald dalam rapat koordinasi di kawasan Bandara SAMS Sepinggan. (FOTO LUPUS/KP)
Muhammad Fadli Pathurrahman dan Renhard Ronald dalam rapat koordinasi di kawasan Bandara SAMS Sepinggan. (FOTO LUPUS/KP)

BALIKPAPAN – Wajah transportasi publik di Kota Beriman semakin tertata menjelang peluncuran zona layanan terintegrasi yang menghubungkan pusat kota dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan resmi menetapkan Shelter Bandara Lama di kawasan Bandara Internasional SAMS Sepinggan sebagai titik pusat penjemputan (pick up) dan penurunan (drop off) penumpang untuk Bus Balikpapan City Trans (Bacitra) serta angkutan antarmoda rute Balikpapan–IKN.

Kepastian ini dicapai setelah melalui rapat koordinasi intensif yang digelar di Kantor Dishub Balikpapan pada Selasa (3/3/2026). Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak krusial, mulai dari BPTD Kelas II Kaltim, PT Angkasa Pura Indonesia, hingga operator transportasi, guna mematangkan teknis operasional sebelum peluncuran resmi yang dijadwalkan pada 9 Maret mendatang.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa salah satu poin penting dalam penataan ini adalah penghapusan titik penjemputan lama yang sebelumnya berada di depan bandara. Kini, seluruh layanan dalam aplikasi Mitra Darat akan diarahkan sepenuhnya ke Shelter Bandara Lama.

“Dalam rapat ini disepakati bahwa titik pick up zone yang sebelumnya berada di depan bandara akan dihapus dari aplikasi Mitra Darat dan dipindahkan ke shelter Bandara Lama,” ujar Fadli Pathurrahman menjelaskan perubahan skema tersebut.

Pemindahan ini bukan tanpa alasan. Shelter Bandara Lama dinilai memiliki kapasitas ruang yang lebih luas dan memadai untuk menampung pergerakan bus serta aktivitas penumpang tanpa mengganggu arus lalu lintas utama. Fadli optimistis bahwa lokasi ini akan menjadi simpul strategis bagi warga maupun pendatang yang ingin melanjutkan perjalanan menuju IKN.

“Zona ini diharapkan menjadi simpul transportasi yang terintegrasi. Penumpang yang akan menuju IKN maupun wilayah lain dapat mengakses layanan Bacitra dan antarmoda dengan lebih mudah dan tertata,” tambahnya.

Satu hal yang menjadi perhatian utama adalah harmonisasi antar-moda. Dishub memastikan kehadiran Bacitra dan angkutan antarmoda IKN tidak akan bersinggungan dengan jasa angkutan bandara yang sudah ada. Kesepakatan ini telah disetujui oleh PT Angkasa Pura Indonesia, sehingga seluruh moda transportasi dapat beroperasi secara berdampingan tanpa tumpang tindih segmen penumpang.

Untuk menyukseskan transisi ini, PT Sinarjaya Megahlanggeng selaku operator Bacitra akan segera memasang berbagai media sosialisasi dan spanduk di titik-titik strategis area bandara. Dengan penataan zona baru ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap standar pelayanan transportasi publik semakin meningkat, sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang yang bepergian dari dan menuju pusat pemerintahan baru di IKN.(*)

Editor : Indra Zakaria