Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada Banjir Rob Jelang Lebaran: BMKG Peringatkan Pasang Maksimum di Pesisir Kaltim

Redaksi Prokal • 2026-03-14 08:30:00

Hujan mengguyur di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Jumat (13/3/2026). (ARIF FADILLAH)
Hujan mengguyur di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Jumat (13/3/2026). (ARIF FADILLAH)

 

BALIKPAPAN- Masyarakat di wilayah pesisir Kalimantan Timur, terutama di Balikpapan dan Berau, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra menjelang perayaan Idulfitri. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada periode 19 hingga 22 Maret 2026. Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru yang secara astronomis mendorong kenaikan muka air laut secara signifikan di atas kondisi normal.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan BMKG Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengungkapkan bahwa pasang maksimum pada periode tersebut diperkirakan mencapai puncaknya di beberapa titik. Di pesisir Kabupaten Berau, ketinggian air laut diprediksi bisa menyentuh angka 2,8 meter, sementara untuk wilayah Balikpapan diperkirakan mencapai 2,4 meter. Angka ini cukup tinggi untuk memicu genangan di kawasan permukiman rendah yang berada dekat dengan garis pantai.

Mengingat potensi bahaya yang ada, BMKG menyarankan warga untuk mulai mengamankan barang-barang berharga dan mengurangi aktivitas di area pantai selama empat hari masa pasang tinggi tersebut. Selain ancaman genangan, gelombang laut yang menyertai pasang maksimum juga berpotensi merusak infrastruktur atau bangunan yang terletak terlalu dekat dengan bibir pantai. Kewaspadaan ini menjadi sangat penting mengingat mobilitas warga biasanya meningkat drastis mendekati hari raya.

Kondisi cuaca di Kalimantan Timur juga masih berada dalam puncak musim hujan sepanjang Maret, dengan intensitas hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan sering turun pada siang hingga sore hari. Meski fenomena El Niño saat ini berada pada fase normal, curah hujan tinggi yang disertai kilat dan petir masih membayangi wilayah Balikpapan dan Samarinda. BMKG memprediksi masa transisi menuju musim kemarau baru akan dimulai pada Mei mendatang, sehingga masyarakat diminta tetap siaga menghadapi dinamika cuaca ekstrem selama masa mudik dan lebaran. (*)

Editor : Indra Zakaria