BALIKPAPAN – Geliat arus mudik di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mulai menunjukkan kenaikan aktivitas sejak posko angkutan udara resmi dibuka. Namun, berdasarkan data akumulasi harian, trafik pergerakan penumpang dan pesawat pada periode Lebaran 2026 ini tercatat masih berada sedikit di bawah capaian tahun sebelumnya.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R Iwan Winaya Mahdar, mengungkapkan bahwa sejak posko beroperasi pada 13 Maret lalu, puncak trafik tertinggi sejauh ini terjadi pada Sabtu (14/3). Pada hari tersebut, tercatat sebanyak 19.338 penumpang memadati terminal dengan total 139 pergerakan pesawat, serta angkutan kargo yang mencapai 171 ton.
Sebagai perbandingan nyata, Iwan menyoroti data pada Selasa (17/3) kemarin. Meskipun terdapat 150 penerbangan dengan total 16.055 penumpang dalam sehari, angka tersebut nyatanya masih kalah dibanding periode yang sama pada tahun 2025.
"Data tersebut masih lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana saat itu terdapat 165 pergerakan pesawat dan 18.085 penumpang dalam sehari," jelas Iwan, Rabu (18/3).
Secara kumulatif, selama lima hari pembukaan posko (13-17 Maret), total penumpang yang melintas di Bandara Sepinggan mencapai 84.866 orang dari 755 pergerakan pesawat. Jika disandingkan dengan data tahun 2025 pada rentang waktu yang sama, terdapat selisih tipis di mana tahun lalu mampu mencapai 87.829 penumpang dengan 832 pergerakan pesawat.
Manajemen bandara juga terus melakukan komparasi dengan masa keemasan tahun 2019 sebelum pandemi, yang saat itu mencatatkan angka 953 pergerakan pesawat untuk jumlah penumpang yang hampir serupa. Meski belum melampaui rekor tahun lalu, manajemen bandara tetap memastikan pelayanan berjalan prima. Penumpang pun kini dapat menikmati fasilitas hiburan tambahan seperti bioskop gratis sembari menunggu jadwal keberangkatan.
Hingga saat ini, pihak otoritas bandara masih terus memantau akumulasi data harian untuk melihat apakah puncak arus mudik susulan akan terjadi mendekati hari raya.
"Untuk data hari ini, kami masih menunggu perhitungan akumulasi final," pungkas Iwan.(*)
Editor : Indra Zakaria