Tega Nian, Hewan Dilindungi Ini Ditemukan Mati di Pesisir, Ada Luka Sayatan, Sudah Begitu Telurnya Dijarah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB -Seekor penyu berukuran besar ditemukan mati mengenaskan di kawasan pesisir Balikukup, Kabupaten Berau. Diduga, hewan dilindungi itu dibunuh oleh orang tak bertanggung jawab.
Sebab, ada bekas sayatan hingga terbuka di bagian tubuh hewan malang itu. Sementara seluruh telurnya juga diambil, menyisakan bangkai yang tergeletak di bibir pantai.
Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00 Wita oleh Sekretaris Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lestari Balikukup, Suriyadi.
Saat itu dia memang sedang melakukan pemantauan rutin di kawasan pantai bersama anaknya. Suriyadi mengungkapkan, awalnya ia melihat jejak penyu yang baru naik ke daratan untuk bertelur. Tidak lama kemudian, warga setempat memanggilnya dan mengabarkan adanya seekor penyu yang ditemukan dalam kondisi telah mati.
"Saya langsung menuju lokasi. Setelah dicek, ternyata benar ada seekor penyu berukuran besar yang sudah mati. Kondisinya sangat memprihatinkan karena tubuhnya telah disayat atau dibelek, sementara telurnya sudah diambil," ujarnya kepada awak media saat dikonfirmasi kemarin.
Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada anggota Pokmaswas lainnya untuk dilakukan pengecekan bersama. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, dipastikan bahwa penyu tersebut menjadi korban perburuan liar.
Berdasarkan jejak dan kondisi lokasi, Suriyadi memperkirakan penyu itu naik ke pantai sekitar pukul 02.00 Wita, hari yang sama, saat air laut sedang pasang untuk bertelur. Sementara aksi pembantaian diduga terjadi sekitar pukul 04.00 Wita.
"Perkiraan kami penyu naik sekitar pukul dua dini hari. Bekas darah di lokasi masih terlihat segar saat kami menemukannya, sehingga diduga baru beberapa jam sebelumnya dibunuh," jelasnya.
Seluruh telur yang ada di dalam tubuh penyu telah raib dibawa pelaku. Setelah menemukan kejadian tersebut, Pokmaswas langsung berkoordinasi dengan pihak konservasi guna menentukan langkah penanganan dan upaya pengungkapan kasus.
“Kita masih menunggu langkah-langkah apa yang akan diambil dengan melakukan koordinasi bersama pihak konservasi,” tuturnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




