
PROKAL.CO, TANJUNG REDEB — Tradisi Baturunan Perau kembali digelar di halaman Museum Batiwakkal, Kabupaten Berau.
Kegiatan menurunkan perahu ke perairan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi Ke-216 Kota Tanjung Redeb.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengapresiasi kembali digelarnya tradisi tersebut.
Dikatakannya, Baturunan Perau merupakan salah satu bentuk kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Banua.
Baturunan Perau tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Tradisi ini menjadi salah satu cara masyarakat Berau menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ia mengatakan, tradisi itu juga mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih dijaga masyarakat.
Selain menjadi bagian dari budaya, kegiatan tersebut dinilai dapat mempererat hubungan sosial dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Gamalis juga melihat Baturunan Perau memiliki potensi dalam pengembangan pariwisata daerah.
Tradisi yang masih dijalankan masyarakat dapat menjadi daya tarik wisata karena memberikan pengalaman langsung mengenai budaya lokal.
"Setiap ajang budaya seperti ini bukan hanya bertujuan mempertahankan tradisi bagi masyarakat atau suku yang bersangkutan, tetapi juga dapat menjadi salah satu daya tarik pariwisata yang asli atau autentik di Kabupaten Berau," katanya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendukung upaya pelestarian kebudayaan daerah, termasuk melalui penguatan regulasi sebagaimana yang disampaikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Adapun penguatan tersebut sejalan dengan pengembangan sektor pariwisata yang menjadi salah satu bagian dari arah pembangunan daerah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




