Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tim Gabungan Ambil Sampel Daging hingga Sayur di Pasar SAD Berau, Ada Apa

Redaksi • 2025-05-15 08:34:26
AKAN DIPERIKSA: Tim gabungan keamanan pangan Berau saat mengambil beberapa sampel pangan di Pasar SAD, Rabu, 14 Mei 2025.
AKAN DIPERIKSA: Tim gabungan keamanan pangan Berau saat mengambil beberapa sampel pangan di Pasar SAD, Rabu, 14 Mei 2025.

 

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tim jejaring keamanan pangan segar Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mengambil sampel sejumlah produk segar di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Rabu (14/5/2025).

Produk yang diambil meliputi, sayur, buah, daging, dan ikan. Sampel tersebut selanjutnya akan diuji cepat untuk mendeteksi kandungan formalin dan pestisida.

Kepala Bidang (Kabid) Keamanan Pangan, Dinas Pangan Berau, Sumarsono, menyebut tim jejaring ini dibentuk berdasarkan SK Bupati Berau Nomor 202 Tahun 2025.

Terdiri dari beberapa instansi. Yakni, Dinas Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, Dinas Perhubungan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Diskoperindag, DPMPTSP, serta Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan wilayah Berau.

Adapun pengujian dimaksudkan untuk memastikan produk pangan yang dijual di pasar aman dikonsumsi.

Pihaknya mengambil total 10 sampel, terdiri dari enam produk sayuran, dua buah-buahan, satu daging, dan satu ikan. 

"Uji cepat akan kami lakukan di kantor Dinas Pangan, paling lama hanya satu hari saja,” jelasnya kepada Berau Post.

Dari hasil uji cepat ini, jika ditemukan indikasi bahan berbahaya, sampel akan dikirim ke laboratorium yang sudah terakreditasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Begitu hasilnya selesai, langsung kami analisis,” tambahnya.

Ia menyebutkan, fokus utama pemeriksaan kali ini adalah pada sayuran. Alasannya, selain jumlahnya paling banyak di pasar, sayuran juga paling sering dikonsumsi masyarakat.

Pemeriksaan difokuskan pada kemungkinan adanya residu pestisida.

“Ada produk lokal, ada juga dari luar daerah seperti wortel yang umumnya didatangkan dari luar Berau,” bebernya.

Lanjutnya, jika ada indikasi kandungan berbahaya dalam sampel, tim akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya rutin memantau produk pangan yang beredar di pasar.

Dirinya berharap, hasil pengujian ini bisa menjadi acuan bagi pedagang untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk yang dijual.

Sementara itu, dari Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan wilayah Berau, Radial Falah, mengatakan pihaknya juga ingin menelusuri asal-usul produk yang masuk ke pasar.

Pihaknya ingin tahu bahan-bahan pangan yang ada di Berau datang dari mana saja. "Kalau di luar wilayah pengawasan kami, akan kami serahkan ke pemerintah daerah,” ujarnya. (*/aja/far)

Editor : Faroq Zamzami
#sampel #berau #pasar #kaltim