Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Efek Domino Konflik Timur Tengah: Langit Balikpapan Memanas, Harga Tiket Pesawat Mulai "Terbang" Tinggi

R
Kesibukan di bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan.
Kesibukan di bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan.

Advertisement

PROKAL.CO- Ketegangan geopolitik yang kembali membara di Timur Tengah ternyata memberikan dampak nyata hingga ke Kota Beriman. Warga Balikpapan kini harus merogoh kocek lebih dalam akibat lonjakan harga tiket pesawat yang dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Fenomena ini bukan sekadar isu global, melainkan ancaman langsung bagi mobilitas masyarakat di daerah.

Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, mengungkapkan bahwa meroketnya harga avtur menjadi "biang kerok" utama di balik penyesuaian tarif penerbangan ini. Sebagai komponen biaya operasional terbesar bagi maskapai, kenaikan harga energi secara otomatis memaksa perusahaan penerbangan untuk menaikkan harga jual tiket guna menjaga keberlangsungan operasional mereka.

"Ini adalah fenomena global. Kenaikan harga energi internasional otomatis meningkatkan biaya operasional maskapai, yang pada akhirnya memengaruhi tarif penerbangan yang dibebankan kepada penumpang," ujar Ferdinan. Ia menjelaskan bahwa industri penerbangan memang sangat sensitif terhadap dinamika politik luar negeri, terutama jika berkaitan dengan wilayah penghasil energi seperti Timur Tengah.

Advertisement

Secara teknis, kenaikan tarif diprediksi berada di kisaran 9 hingga 13 persen. Namun, kenyataan di lapangan bisa jauh lebih menyakitkan bagi kantong penumpang. Tingginya permintaan tiket pada periode arus balik Lebaran membuat ketersediaan kursi semakin langka, sehingga hukum pasar pun berlaku: harga melonjak drastis melampaui rata-rata normal.

Meski situasi ini cukup berat, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Sejumlah langkah strategis mulai diambil untuk meredam hantaman harga, seperti penyesuaian fuel surcharge (FS) dan pemberian berbagai insentif pajak bagi maskapai. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjadi "bantalan" agar kenaikan harga tiket tidak semakin liar dan tetap bisa dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan akses transportasi udara. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Langit Kalimantan Dikepung Asap! 390 Penerbangan Kacau Parah, Angka Batal dan Delay Melonjak Tajam

Langit Kalimantan Dikepung Asap! 390 Penerbangan Kacau Parah, Angka Batal dan Delay Melonjak Tajam

Langit Kalimantan Dikepung Asap! 390 Penerbangan Kacau Parah, Angka Batal dan Delay Melonjak Tajam

Trafik Penumpang Domestik Sepinggan Anjlok 10,52%, Pesona IKN Justru Sedot Puluhan Ribu Turis Asing

Trafik Penumpang Domestik Sepinggan Anjlok 10,52%, Pesona IKN Justru Sedot Puluhan Ribu Turis Asing

SAMARINDA – Pergerakan angkutan udara di Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang Januari hingga September 2026 menunjukkan tren penurunan diband

Kabut Asap Karhutla Mereda, Penerbangan di Kaltim dan Kaltara Mulai Pulih Beda Halnya dengan Kalteng

Kabut Asap Karhutla Mereda, Penerbangan di Kaltim dan Kaltara Mulai Pulih Beda Halnya dengan Kalteng

Otban Wilayah VII Balikpapan mencatat 304 penerbangan terdampak karhutla pada periode 21–27 September 2026, dengan penurunan 25,7 pers

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer