Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lokasi Wisata Loksado Dibuka, Haratai Belum

izak-Indra Zakaria • 2020-08-24 10:08:00
KETAT: Pengunjung diperiksa suhu tubuh sebelum memasuki kawasan KSPN Loksado di HSS. | FOTO: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN
KETAT: Pengunjung diperiksa suhu tubuh sebelum memasuki kawasan KSPN Loksado di HSS. | FOTO: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN

KANDANGAN – Setelah sempat ditutup beberapa bulan, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), akhirnya dibuka mulai Kamis (20/8) tadi.

Pembukaan tempat wisata ini berdasarkan hasil pertemuan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) HSS bersama para kepala desa (Kades), Puskesmas Loksado dan Malinau, tokoh adat, perwakilan Pawadahan Joki Bamboo Rafting, perwakilan Pawadahan Ojek Kawasan, perwakilan Pawadahan Penginapan, perwakilan Pawadahan Guide Wisata, Pokdarwis/LPHD Haratai dan perwakilan penyedia layanan wisata, Rabu (19/8) di aula kantor kecamatan setempat.

Kabid Pariwisata Disporapar HSS, Moh Zakir Maulidi mengatakan berdasarkan hasil pertemuan tersebut disepakati KSPN Loksado dibuka lagi, kecuali Desa Haratai.

“KSPN Loksado dibuka lagi untuk kegiatan wisata, tapi harus disertai dengan penerapan standar protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Seperti harus memakai masker, rutin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan jaga jarak atau menghindari kerumunan,” katanya, Minggu (23/8).

Dalam penerapan protokol kesehatan saat mengunjungi KSPN Loksado, Disporapar HSS juga sudah menyiapkan protokol di pintu masuk (pos retribusi) di kawasan Muara Hatip, Desa Hulu Banyu. Petugas retribusi dibekali thermogun untuk mengukur suhu tubuh pengunjung.

Saat membeli karcis masuk kawasan, pengunjung harus memenuhi syarat suhu tubuh di bawah 37,3 derajat Celcius. Mereka akan diberi tanda khusus sebagai persetujuan masuk kawasan.

“Tetapi bagi pengunjung dengan suhu tubuh di atas 37,3, dipersilakan pulang untuk berobat dan menunda sementara kegiatan wisata,” sebut Zakir.

Diharapkan, dibukanya objek wisata di KSPN Loksado mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Sebab, pariwisata memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang dapat menyentuh banyak kegiatan ekonomi lain. Baik sektor produksi maupun jasa.

“Semoga dibukanya Loksado, pengunjung semakin banyak. Sehingga roda perekonomian dapat berjalan dengan baik,” harapnya.

Ada beberapa objek wisata di KSPN Loksado yang dipantau khusus disporapar. Seperti bamboo rafting dan beberapa penginapan. Pemantauan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diterapkan semua pihak.

Terkait Desa Haratai, Zakir mengatakan masih belum dibuka. Di wilayah ini, berdasarkan musyawarah seluruh warganya bersepakat memberlakukan hukum adat bagi warg luar saat memasuki desa.

“Denda adat berupa bayar uang sampai Rp 1 juta, ditambah parang, pisau atau besi jika masuk kawasan desa ini,” ujarnya.
 
Karena masih ditutup sementara, disporapar mengimbau kepada para pengunjung untuk tidak pergi ke Haratai. “Kami mohon wisatawan menahan diri untuk tidak ke Haratai, karena sementara masih ditutup. Semoga bisa ditaati bersama,” pintanya.

Tokoh adat Loskado, Damang Ayal mengingatkan, selain wisatawan harus menjaga protokol kesehatan, kesiapan pemberi layanan dalam menyambut pengunjung sesuai standar protokol pencegahan Covid-19 di kawasan Lokado juga harus diperhatikan.

“Pandemi Covid-19 masih terjadi. Ini sangat berpengaruh terhadap penghasilan masyarakat, khususnya para pemberi layanan wisata,” ujarnya.

Diharapkan, dengan dibukanya KSPN Loksado, kecuali Haratai, akan berdampak kepada penghasilan masyarakat dan geliat ekonomi di Loksado. (shn/ema)

Editor : izak-Indra Zakaria
#bisnis wisata