SAMARINDA – Memasuki tahun politik, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diprediksi mampu berkembang lebih pesat. Seiring makin banyaknya kegiatan pengumpulan massa dan kegiatan kampanye lainnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, tak hanya menjadi ajang pesta demokrasi, tahun ini juga menjadi tahun evaluasi dan koreksi terhadap kinerja pemerintah serta wacana pengembangan Indonesia yang lebih baik, melalui pemilihan pemimpin baru periode 2019–2024.
“Timbulnya penggerakan dan pengumpulan masa. akan membuka peluang pemenuhan kebutuhan minuman dan makanan, bisnis perhotelan, usaha percetakan dan keperluan alat peraga kampanye,” kata Fuad, Selasa (15/1).
Disperindagkop Kaltim mencatat, pada 2016 jumlah UMKM di Kaltim sebanyak 314.095 unit dan meningkat 1,5 persen pada 2017 menjadi 318.802 unit. UMKM telah menyerap tenaga kerja sebesar 1.080.072 orang, dibandingkan total jumlah pekerja pada tahun yang sama sebesar 1.535.296 orang. Artinya UMKM Kaltim menyerap sebesar 70,50 persen dari total tenaga kerja di Kaltim.
Lebih detailnya pada 2017 lalu, setiap unit UMKM di Kaltim rata-rata menyerap tenaga kerja kurang lebih sebanyak tiga orang. Dengan rincian masing-masing skala usaha mikro menyerap rata-rata sebesar satu sampai dua orang. Lalu, usaha kecil sebanyak tiga orang dan usaha menengah rata-rata sebanyak empat orang.
“UMKM memang memiliki peran penting terhadap penyerapan tenaga kerja, dan membuka lapangan usaha yang cukup besar, menjadi bargaining position yang baik dalam fokus kebijakan, program dan kegiatan politik 2019,” ujarnya.
Dia menjelaskan, penguatan dan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu isu politik yang penting dalam mendorong perkembangan ekonomi Kaltim. Sehingga tahun ini, UMKM diyakini akan berpeluang semakin besar untuk berkembang. Karena, pada 2019 menjadi tahun penyusunan program dan kegiatan peningkatan kemampuan UMKM Kaltim dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). “Kita berencana melakukan pengembangan antara industri dalam produksi produk,” katanya.
Pihaknya tahun ini juga akan memaksimalkan peran pembinaan BUMD terhadap UMKM melalui dana CSR, pembiayaan oleh perbankan dan lembaga non perbankan, perluasan pemasaran produk, secara online, keterlibatan retail modern, dan promosi bersama. “Selain itu tahun ini juga akan dilakukan perluasan pasar melalui peningkatan kualitas dan standar,” tuturnya.
Pada 2019, tambahnya, akan dilakukan pendampingan penyusunan dokumen sistem manajemen mutu bagi good manufacturing product yang berbahan baku ikan di Paser, PPU, Berau, Kutai Barat dan Mahulu. Sebelumnya pada 2018 telah dilakukan di kota-kota Samarinda, Balikpapan, dan Bontang, serta kabupaten Kukar, dan Kutim.
Lalu, pihaknya juga akan melakukan pengembangan perdagangan antar pulau untuk pemenuhan kebutuhan pokok daerah seperti beras, lombok, bawang merah dan putih, daging sapi, ayam dan telur ayam. “Tahun ini UMKM kita memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkat,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)
Editor : wahyu-Wahyu KP