Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Intensitas Kegiatan Pemerintahan di Hotel Meningkat, Optimistis Okupansi Kian Tinggi

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 24 September 2022 - 17:44 WIB
Okupansi pada Juli masih tinggi dan jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.
Okupansi pada Juli masih tinggi dan jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

SAMARINDA-Pada Juli 2022 tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Kaltim sebesar 61,23 persen. Okupansi pada Juli 2022 mengalami penurunan 3,37 poin dibanding TPK Juni 2022, yaitu dari 64,60 persen menjadi 61,23 persen. Meski menurun, okupansi pada Juli masih tinggi dan jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana mengatakan, pada Juli 2022, TPK hotel sebesar 61,23 persen. Itu menunjukkan dari seluruh jumlah kamar hotel klasifikasi bintang di Kaltim rata-rata yang terjual atau terpakai sebesar 61,23 persen dari seluruh kamar yang tersedia. TPK Juli 2022 mengalami penurunan 3,37 poin dibanding TPK Juni 2022, yaitu dari 64,60 persen menjadi 61,23 persen.

“Meski menurun dibandingkan bulan sebelumnya, namun bila dibandingkan Juli 2021, terjadi peningkatan TPK sebesar 22,19 poin, yaitu dari 39,04 persen pada Juli 2021 menjadi 61,23 persen pada Juli 2022,” ungkapnya, Kamis (22/9).

Selanjutnya bila dilihat menurut klasifikasinya, pada Juli 2022 hotel berbintang tiga mengalami capaian TPK tertinggi, yaitu mencapai 67,17 persen. Sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel berbintang satu, yaitu 38,84 persen. Untuk hotel berbintang empat, berbintang lima, dan berbintang dua mencatat TPK masing-masing sebesar 59,91 persen, 59,88 persen, dan 52,82 persen.

TPK hotel berbintang lima pada Juli 2022 mengalami penurunan sebesar 23,62 poin bila dibandingkan Juni 2022, yaitu dari 83,50 persen menjadi 59,88 persen. Sementara bila dibandingkan periode yang sama pada 2021, TPK hotel berbintang lima mengalami peningkatan sebesar 43,97 poin, yaitu dari 15,91 persen pada Juli 2021 menjadi 59,88 persen pada Juli 2022.

Ditemui terpisah, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim Muhammad Zulkifli mengatakan, okupansi saat ini masih sangat tinggi. Penurunan secara bulanan merupakan hal wajar. Apalagi bila menurunnya hanya beberapa poin. Namun, secara tahunan okupansi tahun ini sudah sangat baik, dibandingkan tahun lalu.

“Tak ada yang perlu dikhawatirkan, jika setiap bulan mengalami penurunan, maka pebisnis harus waspada. Namun, kalau fluktuatif seperti ini sangat wajar di dunia bisnis. Apalagi kalau menurunnya hanya beberapa poin. Namun, angka okupansinya masih sangat tinggi,” ungkapnya kemarin.

Menurutnya, okupansi masih di atas 60 persen itu sudah sangat baik. Bahkan ada beberapa hotel yang sudah di atas itu okupansinya. Tingginya rata-rata tingkat hunian itu, tentunya disebabkan banyaknya kegiatan pemerintahan pada pertengahan tahun.

Pemerintah merupakan pasar yang mendominasi perhotelan di Kaltim. Setidaknya, market share yang berasal dari government mencapai 30-40 persen. Pada Juli dan Agustus, meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) di Kaltim lebih banyak. Sehingga, okupansi terdongkrak.

“Agustus okupansi lebih tinggi lagi. Nanti, kita lihat data BPS pada Agustus. Pasti meningkat, karena memang kegiatan pemerintah lebih banyak,” pungkasnya. (rom/k15)

 

CATUR MAIYULINDA

@caturmaiyulinda

Editor : izak-Indra Zakaria