LION Air turut berkontribusi kepada daerah yang ingin mengembangkan pariwisata dengan terus melakukan perluasan jaringan penerbangan ke berbagai daerah di Indonesia. Terutama ke daerah yang memiliki potensi pariwisata, perdagangan, hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil peternakan, hasil perikanan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan lainnya.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menuturkan, upaya ini diharapkan bisa membantu perkembangan daerah, sejalan dengan program pemerintah. Konektivitas yang semakin terbuka akan membantu pertumbuhan ekonomi baru. Sebagaimana memperkenalkan kampanye Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI).
“Tujuan utama kami semakin memperpendek jarak dan mempersingkat waktu dari satu pulau dengan pulau lainnya, sehingga mobilisasi masyarakat, wisatawan dan pebisnis semakin mudah. Pendistribusian logistik lebih efektif dan tepat. Melalui kampanye BBWI ini, diharapkan dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara,” ujarnya.
Pihak Lion Air Group, kata Danang terus berupaya mengoptimalkan peluang pasar, memaksimalkan kapasitas produksi Indonesia serta turut mempromosikan semangat cinta produk dalam negeri dalam gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI). Dengan memperkuat kolaborasi dan koordinasi bersama berbagai pihak yang berkepentingan, terkait cara mempercepat pembangunan wilayah.
“Penambahan rute-rute baru harus terus dilakukan. Ini demi memberikan akselerasi (percepatan) terhadap inisiasi dan kolaborasi dengan lintas sektor dapat sesuai program skala prioritas. Sebab, kami melihat kebutuhan jalur udara semakin dibutuhkan demi mempermudah dan mempersingkat waktu dibandingkan sarana lainnya,” beber Danang.
Lion Air Group senantiasa berupaya dalam membantu mewujudkan akses jalur udara dari dan menuju satu daerah ke daerah lainnya pula. “Dari Sabang sampai Merauke, kami coba tuk merintisnya. Bahkan, saat ini Lion Air Group sudah beroperasi di bandara kota dan kabupaten dengan layanan total frekuensi terbang 46 kali setiap minggu atau 92 kali pergi pulang setiap minggu, dari dan ke Banda Aceh,” urainya.
Dalam mendukung konektivitasnya, jaringan yang tersedia diharapkan dapat mengoptimalkan aksesibilitas untuk menjangkau lebih banyak kota tujuan. Dalam pengembangannya, Lion Air Group tidak hanya berfokus pada penerbangan domestik. Sebab, kini rute internasional kian terbuka.
Bahkan, secara perdana, pada 28 Januari 2023 lalu dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Balikpapan), Lion Air telah kembali melayani penerbangan jamaah umrah dengan tujuan Bandara Internasional King Mohammad bin Abdul Aziz (Madinah) dan Bandara Internasional King Abdul Aziz (Jeddah).
Penerbangan tujuan Jeddah dan Madinah ini terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi dan persyaratan, dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), termasuk audit keselamatan serta keamanan dari Federal Aviation Administration (Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat) dan European Aviation Safety Agency (EASA) sebagai Badan Keselamatan Penerbangan Eropa.
Danang berkata, upaya ini guna mendukung ekosistem penyelenggaraan umrah dari Kalimantan terutama dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dalam menyediakan kemudahan perjalanan udara bagi masyarakat yang berasal dari daerah tersebut.
“Penerbangan langsung umrah dari Balikpapan menjadi embarkasi ke-10 setelah Jakarta, Surabaya, Makassar, Deli Serdang, Majalengka, Padang, Aceh Besar, Batam, dan Pekanbaru,” sebutnya. Ia pun berharap, dalam waktu dekat bisa membuka rute-rute baru menyesuaikan permintaan atau dinamika pasar.
Tak hanya itu, mewujudkan connecting flight, para penumpang yang menggunakan Lion Air dapat pula melanjutkan rute dari Kuala Lumpur (KLIA) menuju Bangkok, Tokyo Narita, Tokyo Osaka, Tokyo Sapporo, Taipei, Mumbai, Delhi, Amritsar, Hanoi, Ho Chi Minh, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Brisbane, Sydney, Perth, Melbourne serta kota favorit yang lain.
Mengenai upaya Lion Air Group yang membuka kembali layanan penerbangan umrah, General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Rika Danakusuma mengapresiasi pihak maskapai. Dia mengatakan, animo masyarakat Kaltim terhadap perjalanan ibadah ke Tanah Suci amatlah tinggi. Apalagi dengan dibukanya penerbangan tanpa transit ke Madinah dan Jeddah.
Hal itu dapat kembali menggairahkan semangat masyarakat yang sempat tertunda akibat Covid-19 beberapa waktu lalu. Dan kini juga dengan persyaratan yang tak terlalu rumit, masyarakat dapat bepergian dengan mudah ke luar negeri.
Sejalan dengan itu, diharapkan direct flight khusus perjalanan ibadah umrah ini mampu mendorong kenaikan traffic penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Kenaikan traffic penumpang tentunya juga memberikan efek domino yang lebih besar bagi perekonomian Balikpapan. “Jadi ibadah dapat, perekonomian juga oke,” tandasnya. (ndu/k15)
Ulil
Yin.khazan@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria