Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Masih Swadaya Mengembangkan Wisata, Pengelola Ingin Campur Tangan Pemerintah

Muhammad Ridhuan • 2024-04-20 10:45:00

DOK

DIMINATI: Berperahu mengelilingi Waduk Manggar menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Ekowisata Bamboe Wanadesa saat libur Lebaran lalu.
DIMINATI: Berperahu mengelilingi Waduk Manggar menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Ekowisata Bamboe Wanadesa saat libur Lebaran lalu.
 

 

Tidak hanya destinasi wisata yang dikelola pemerintah, lokasi lain yang di bawah pengelolaan kelompok masyarakat ikut menikmati meningkatnya kunjungan selama libur Idulfitri tahun ini.

 

BALIKPAPAN – Selama lima hari libur Idulfitri 2024, pengelola wisata merasakan dampak peningkatan yang signifikan terhadap kunjungan wisatawan. Meski dalam catatan Dinas Pariwisata Kaltim, wisata pantai menjadi lokasi favorit, namun destinasi lain juga digemari turis domestik. Salah satunya, Ekowisata Bamboe Wanadesa yang dikelola secara swadaya oleh kelompok masyarakat di Jalan Giri Rejo Km 15, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.

Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Ekowisata Bamboe Wanadesa, Murdyanto menyebut, terjadi peningkatan jumlah kunjungan pada Idulfitri tahun ini dibandingkan pada libur Lebaran tahun lalu. Di mana pengelola mencatat dalam lima hari libur, hampir 2 ribu wisatawan datang untuk menikmati hutan bambu dan wahana yang disediakan di kawasan Waduk Manggar tersebut.

“Tahun lalu, hanya ratusan saja pengunjungnya. Tahun ini, luar biasa mencapai 2 ribu. Mereka datang dari Balikpapan dan kabupaten kota sekitar,” ungkap Murdyanto, Rabu (17/4).

Menurutnya, peningkatan kunjungan tergolong mengejutkan. Pasalnya, pihaknya tidak pernah melakukan promosi. Adapun kabar soal lokasi ini banyak datang dari media, media sosial, dan informasi dari mulut ke mulut. Memang nama Ekowisata Bamboe Wanadesa sempat menasional lantaran pada Februari 2023 lalu disinggahi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Untuk persiapan libur Idulfitri ini tentu kami menambah fasilitas. Yang utama adalah perahu atau kapal yang membawa wisatawan berkeliling Waduk Manggar. Karena pengalaman sebelumnya, banyak yang tidak bisa naik karena perahunya kurang. Kami juga menambah aula untuk pertemuan atau kegiatan,” jelasnya.

Sesuai namanya, ekowisata yang berada di kawasan hutan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyajikan keteduhan hutan bambu. Namun tidak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati keindahan Waduk Manggar dari atas perahu yang disediakan pengelola. Di tempat seluas 3,6 hektare ini, juga disediakan gazebo, arena bermain anak dan lokasi camping ground.

“Memang dalam prosesnya lokasi ini berkembang, namun bisa disebut lambat karena banyak yang kami kerjakan dilakukan secara swadaya. Sehingga, masih banyak yang harus dikembangkan dan ini kami berharap bantuan atau campur tangan pemerintah,” sebutnya.

Apalagi di tahun libur Lebaran lalu, Mudyanto mengaku sama sekali tidak menerima informasi dari pemerintah terkait kesiapan dan keselamatan di lokasi wisata. Pengelola seperti dirinya pun dari sisi keamanan hanya mengandalkan pengurus dan kesadaran pengunjung. Tidak ada tim bantuan dari petugas ataupun dinas terkait.

“Tidak ada surat ataupun undangan pertemuan soal persiapan libur ini ke kami. Soal keselamatan pun kami hanya punya kontak orang SAR kalau ada kejadian. Sebenarnya, cukup khawatir karena wahana kami salah satunya berada di atas air. Namun, tetap kami antisipasi dengan menyediakan jaket pelampung,” ujarnya.

Sebelumnya, sepekan sebelum libur Idulfitri Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim sudah bersurat kepada dinas terkait di kabupaten/kota untuk melakukan pemantauan dan laporan terkait kunjungan wisata. Kepada pengelola wisata pun diminta benar-benar melakukan upaya peningkatan dan perbaikan layanan hingga menjaga keamanan dan keselamatan wisatawan.

“Kami secara personal juga terlibat. Lalu, surat kembali kami sampaikan pada H-2 Idulfitri. Alhamdulillah, semua persiapan kami lihat sudah bagus,” kata Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim Restiawan Baihaqi.

Pihaknya juga masih melakukan perbaruan data sampel terhadap 32 lokasi destinasi di Kaltim. Untuk mengetahui gambaran secara jelas jumlah pengunjung, layanan hingga kendala yang dihadapi saat menghadapi musim libur panjang seperti ini. Dari data tersebut pihaknya bakal melakukan evaluasi.

“Memang di beberapa tempat destinasi kami mendapat laporan tidak maksimal dalam hal keamanan. Seperti kejadian meninggalnya wisatawan di Bontang menuju Beras Basah. Padahal, ini sebelumnya saat bulan puasa sudah kami koordinasi dan rapat lintas sektoral. Makanya ketika ada accident itu kami sangat sayangkan. Ini catatan kami,” jelasnya. 

Yang juga menjadi catatan Dispar Kaltim adalah terkait laporan terjadinya pungutan liar dan persoalan parkir di lokasi wisata di Berau. Kata dia, semua laporan dan kejadian yang masuk nantinya juga akan menjadi bahan evaluasi. “Itu sedang kami susun dan kumpulkan untuk jadi bahan evaluasi. Kami pun sejak awal sudah antisipasi. Sayangnya, di lapangan ada kekurangan di sisi pengawasan,” ujarnya. (rdh/k15)

 

Editor : Indra Zakaria
#wisata kaltim