Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Harga Kakao Berau Semakin “Manis”,  Disbun Diminta Intens Dampingi Petani                   

Indra Zakaria • 2024-05-08 07:51:53

KAKAO BERAU: Dukungan dan pendampingan bagi petani kakao di Berau harus terus dilakukan.
KAKAO BERAU: Dukungan dan pendampingan bagi petani kakao di Berau harus terus dilakukan.
 

 

TANJUNG REDEB -Buah kakao lagi naik daun. Harganya melonjak. Hingga 100 persen. Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, dengan tren positif kenaikan harga jual kakao belakangan ini, tentu produksi bisa dikembangkan dan diharapkan jumlah petani kakao bisa lebih banyak dari saat ini. Oleh karenanya, dia akan melakukan komunikasi intens dengan Dinas Perkebunan (Disbun) Berau.

“Saya akan tinjau ulang kembali, sehingga produksi dari petani bisa naik dan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” paparnya.

Apalagi, kualitas cokelat Berau menjadi komoditas unggulan lantaran memiliki klasifikasi terbaik di Indonesia. Cokelat yang ditanam di Berau umumnya memiliki cita rasa unik yang jarang ditemui pada daerah lain.

“Karena cokelat kita terbaik sehingga menjadi rebutan dari beberapa kota di luar Berau,” ujarnya.

Cokelat saat ini dipandang sebagai menjadi komoditas cadangan yang bisa menggantikan sumber daya alam (SDA) yang tidak bisa tergantikan seperti pertambangan yang menjadi pemasukan besar Berau. Namun, pengelolaan kakao atau cokelat perlu dipantau dan didampingi dengan cermat.

Keberadaan olahan cokelat yang ada seperti Cokelat Merasa atau olahan Cokelat Kulanta di Labanan Makarti ataupun yang digarap UMKM lain bisa menjadi destinasi wisata sampingan. Sebab, pelancong yang datang tentu akan mencari kuliner atau buah tangan yang cocok dibawa sebagai oleh-oleh.

“Itu juga pendampingan dari Disbudpar, karena mereka yang melancong, apa sih yang khas, nah salah satunya ya cokelat kita,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi II, DPRD Berau, Elita Herlin, mendorong Disbun Berau untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Dikatakannya, dukungan dan pendampingan bagi para petani kakao di Kabupaten Berau harus terus diupayakan.  Apalagi, kakao Berau memiliki kualitas tinggi. Penikmatnya tidak hanya dalam negeri tapi hingga mancanegara.

"Kakao kita juga sudah diakui nasional hingga internasional. Jadikan ini momen untuk meningkatkan produksi dan perluasan lahan," ujarnya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat, khususnya para petani untuk tidak hanya fokus dengan komoditas kelapa sawit. Dengan harga kakao yang meningkat ini para petani bisa kembali melebarkan kebunnya untuk menanam kakao.

"Peran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sangat diperlukan untuk memberikan pendampingan dan mendukung lebih lanjut," ucapnya.

Menurutnya, dengan gandengan tangan OPD terkait, para petani juga akan lebih semangat dan meringankan beban mereka. Pun terkait pemasarannya. Elita berharap, Pemkab Berau melalui OPD terkait bisa bergerak cepat menangkap momen ini. Kata dia, segala upaya harus dilakukan sedini mungkin, dan segera berikan dukungan yang dibutuhkan para petani.

"Bentuk dukungan itu bisa apa saja, seperti pupuk, bibit, sarana dan prasarana pendukung hingga pelatihan," sebutnya.(*/aja/far/k15)

 

 

Editor : Indra Zakaria