"Justru sekarang kondisinya malah banjir sapi. Semakin dekat hari H, semakin dibuka," jelas Munaji. Namun, Munaji mengakui bahwa ternak dari Jawa memang belum boleh masuk ke Kaltim. Hanya saja, dengan banjirnya pasokan ini ia memastikan kebutuhan hewan kurban akan aman. Terlebih, harga sapi tetap stabil atau tidak ada kenaikan berarti dibanding tahun sebelumnya.
"Untuk sapi itu masih normal, stabil mulai Rp 16 jutaan. Tidak ada kenaikan, stabil saja," tegasnya. Rian, seorang pengurus di Masjid Agung Pelita Samarinda, mengatakan bahwa saat ini ketersediaan sapi di Samarinda cukup melimpah.
Dari informasi yang ia dapat dari rekannya yang berdagang sapi kurban, hampir setiap hari selalu ada pengapalan sapi yang didatangkan dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Ini berbeda jauh saat wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) merajalela dua tahun lalu, ketika ketersediaan sapi sangat sedikit.
"Kalau saya lihat, justru banyak sapi tahun ini dan kata teman saya juga tidak ada kenaikan berarti untuk harganya," ucap Rian. Masjid Agung Pelita Samarinda setiap tahunnya bisa menyembelih hingga puluhan ekor sapi dan kambing saat perayaan Iduladha. Dijelaskan Rian, untuk skema pembelian, biasanya pihak masjid menerima sumbangan dari kelompok-kelompok masyarakat untuk menitipkan pembeliannya kepada pengurus masjid.
"Sampai hari ini, yang terdaftar di kami sudah ada 12 kelompok tabungan kurban untuk Iduladha tahun ini," jelasnya. Rian menambahkan bahwa jika dibandingkan dengan masa pandemi lalu, memang ada sedikit penurunan jumlah hewan yang dikurbankan masyarakat. Dalam dua tahun terakhir, pihaknya paling sedikit menyembelih 25 ekor sapi. Justru saat pandemi dan sebelumnya, Masjid Agung Pelita bisa mendapatkan sumbangan sampai 30-40 ekor.
"Ya, mungkin karena beberapa donatur yang rutin menyumbang juga sudah banyak yang wafat dan tidak diteruskan oleh anak-anaknya," Rian menganalisis. Kondisi ini juga bisa dikatakan sangat berkaitan dengan permintaan dari masyarakat. Seperti disampaikan Munaji, permintaan saat ini tidak sebanyak tahun lalu.
"Saya kurang tahu kenapa, tapi mungkin karena Iduladha tahun ini berdekatan dengan waktu anak-anak masuk sekolah, jadi agak sedikit berkurang dibanding tahun kemarin," Munaji berasumsi. Ditanya jenis hewan kurban apa yang paling diminati masyarakat, Munaji mengatakan sapi masih menjadi pilihan utama. Meski kambing juga tak sedikit yang mencarinya.
"Untuk sapi itu yang paling laku ya jenis sapi Bali yang harganya di kisaran Rp 20 jutaan," jawab Munaji. Amannya ketersediaan sapi untuk kurban tahun ini juga dipastikan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim. Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan kebutuhan hewan kurban di Iduladha 1445 H ini berkisar 17.504 ekor, terdiri dari 11.445 sapi dan 6.059 kambing.
"Untuk sapi, ketersediaan kita cukup banyak, yakni 12.543 ekor, terbanyak dari Kutai Kartanegara dengan 2.586 ekor," ucap Fahmi. Untuk kambing, Balikpapan disebut sebagai daerah penyedia terbanyak dengan 2.260 ekor, dengan total ketersediaan mencapai 7.790 ekor. Begitu pula untuk harga ternak masih cukup stabil di rentang Rp 18-36 juta per ekor sapi dan Rp 3,4-7,6 juta untuk seekor kambing.
Menyambut Iduladha tahun ini, DPKH Kaltim juga telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari mendata proyeksi kebutuhan, lalu lintas ternak, pemeriksaan dan verifikasi kesehatan hewan, hingga edukasi penyembelihan.
"Kami juga menurunkan tim pengawas ke lapangan untuk mengantisipasi adanya potensi penyakit. Kami ingin memastikan kondisi hewan sehat sebelum disembelih dan layak untuk dikonsumsi," pungkasnya. (rz/beb)