Jumlah angkatan kerja di Kalimantan Timur pada Februari 2025 sebanyak 2.123.156 orang, naik 113.639 orang dibanding Februari 2024. Sementara tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,09 persen poin. Dari data BPS yang dirilis 5 Mei, penduduk yang bekerja di Kalimantan Timur sebanyak 2.009.990 orang, meningkat sebanyak 115.996 orang dari Februari 2024.
"Sementara lapangan usaha yang menyerap tambahan tenaga kerja terbesar yaitu sektor pertambangan dan penggalian mencapai 46.002 orang," jelas Dr. Yusniar Juliana, SST., MIDEC. Kepala BPS Kaltim, dalam rilis 5 Mei 2025.
Sebanyak 1.066.892 orang (53,08 persen) bekerja dengan status pekerjaan formal, turun 0,05 persen poin dibanding Februari 2024. Persentase pekerja setengah penganggur naik sebesar 1,58 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu turun sebesar 2,81 persen poin dibandingkan Februari 2024.
Penduduk Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama
Lebih jauh dijelaskan, komposisi penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan utama dapat menggambarkan struktur tenaga kerja masing-masing sektor dari seluruh penduduk yang bekerja di pasar kerja Kalimantan Timur. Berdasarkan hasil Sakernas Februari 2025 terjadi pergesaran struktur ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Timur periode ini.
Yang mendominasi pasar kerja adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 19,19 persen. Kemudian sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 18,50 persen. Dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 9,69 persen.
"Tiga kategori lapangan pekerjaan utama yang mengalami peningkatan penyerapan jumlah tenaga kerja terbesar jika dibandingkan dengan Februari 2024 adalah sektor pertambangan (46.002 orang), jasa professional dan perusahaan (35.189 orang) dan pertanian, kehutanan dan perikanan (22.808 orang)," bebernya. Sementara tiga lapangan pekerjaan utama yang secara absolut mengalami penurunan penduduk bekerja terbesar adalah jasa pendidikan (22.469 orang), konstruksi (11.512 orang), dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (5.504 orang).(*)
Editor : Indra Zakaria