Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Udang dan Ikan Bandeng Masih Mendominasi Ekspor Tarakan

Redaksi • Rabu, 14 Mei 2025 - 17:15 WIB
Ilustrasi udang
Ilustrasi udang

 

Udang dan ikan bandeng masih menjadi komoditas ekspor primadona dari Kota Tarakan, pasalnya dua jenis hasil perikanan ini dinilai memiliki kualitas yang baik sehingga diminati negara-negara luar.

Plt Kepala Bidang Pengembangan Ekspor, Dinas Perdagangan, Koperasi (Disdagkop) dan UMKM Kota Tarakan, Hairulliansyah mengungkapkan, saat ini udang dan ikan bandeng masih mendominasi laju ekspor dari Tarakan.

"Kalau saat ini udang jenis windu dan ikan bandeng masih tertinggi, udang olahan tarakan saja nilai ekspornya nyampe Rp 1 triliun, terbesar di Kaltara," ujarnya. 

Adapun Jepang sebagai negara langganan yang memiliki permintaan paling tinggi akan kebutuhan ekspor udang dari Tarakan, sedangkan ikan bandeng saat ini banyak diekspor ke China dan negara timur tengah seperti Uni Emirat Arab.

"Macem-macem lah kalau ekspor tergantung permintaan, tapi paling sering udang itu ke Jepang, ikan bandeng itu juga banyak ke China, Malaysia, Eropa dan daerah Uni Emirat Arab, kalau di Arab biasanya buat makanan jamaah haji asal Indonesia," paparnya.

Menurut Hairul, perkembangan ekspor hasil perikanan di Tarakan terbilang sangat bagus, bahkan hasil-hasil laut lain berpotensi untuk dikembangkan untuk menambah nilai jual ekspor Tarakan.

"Seperti rumput laut itu kan juga besar peminatnya dari luar, bahkan saya pernah lihat di surat ekspor di situ tertulis ubur-ubur, bayangin ubur-ubur kita aja diekspor," tandasnya.

Sebagai salah satu pihak yang memfasilitasi pelaku ekspor, Disdagkop dan UMKM Tarakan berharap hasil laut Tarakan lainnya juga mendapat eksposur dan mengalami peningkatan kualitas sehingga peminatnya juga sama besaranya seperti udang dan ikan bandeng.

"Semoga hasil laut lain juga dapat dikelola dan dibudidaya dengan baik, agar Tarakan dapat dilirik karena sumber daya laut kita terbilang melimpah," pungkasnya. (*/wld)

Editor : Indra Zakaria