Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Hadiri WEF Davos 2026, Dirut BRI Soroti Peran Strategis UMKM dalam Keuangan Berkelanjutan Global

Rahman Hakim • 2026-01-25 11:48:30
Photo
Photo

PROKAL.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran krusial dalam agenda keuangan berkelanjutan global.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam forum Indonesia Pavilion pada ajang World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Selasa (20/1/2026).

Dalam panel bertajuk Capital for Sustainability: Unlocking Sustainable Finance and Growth in Emerging Markets, Hery memaparkan bahwa di negara berkembang, UMKM mencakup lebih dari 90 persen dari total jumlah usaha.

Sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok lokal, hingga menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Namun demikian, peran strategis UMKM masih kerap terpinggirkan dalam diskursus global terkait keberlanjutan.

“Sejak awal berdiri hingga kini memasuki usia 130 tahun, BRI memang dirancang untuk melayani segmen mikro dan UMKM. Komitmen tersebut tetap menjadi fondasi utama BRI. Karena itu, kami merasa relevan untuk membawa perspektif UMKM ke forum global seperti WEF Davos 2026,” ujar Hery Gunardi.

Ia menekankan bahwa bagi negara berkembang, isu keberlanjutan tidak lagi sebatas ambisi jangka panjang, melainkan soal eksekusi nyata.

Tantangan utamanya adalah memastikan pembiayaan berkelanjutan dapat disalurkan secara aman, efisien, dan dalam skala besar ke sektor-sektor yang benar-benar membutuhkan, khususnya UMKM.

Sebagai bank UMKM terbesar di negara berkembang, BRI mengintegrasikan prinsip inklusi keuangan, pembiayaan, dan keberlanjutan dalam model bisnisnya.

Menurut Hery, keuangan berkelanjutan di BRI bukanlah program tambahan, melainkan proses bisnis yang diterapkan secara konsisten dalam menyalurkan pembiayaan kepada jutaan pelaku usaha setiap hari.

“Tidak akan ada transisi hijau yang berhasil dan tidak akan ada pertumbuhan ekonomi yang inklusif tanpa UMKM yang ikut bergerak maju. Keberlanjutan yang sesungguhnya terjadi ketika pembiayaan mampu menjangkau desa-desa, petani, dan pelaku usaha mikro,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hery menjelaskan bahwa perhatian global terhadap keuangan berkelanjutan kini semakin menitikberatkan pada aspek dampak, transparansi, serta kualitas implementasi.

Oleh karena itu, kemampuan eksekusi di tingkat lokal menjadi faktor penentu agar pembiayaan berkelanjutan tidak berhenti pada tataran konsep.

Dalam konteks tersebut, BRI menjalankan peran sebagai anchor bank dengan menjalin kemitraan bersama pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, serta institusi multilateral.

Kolaborasi ini bertujuan menyalurkan skema pembiayaan campuran (blended finance) kepada UMKM agar dampaknya dapat dirasakan secara langsung oleh pelaku usaha di lapangan.

“Tanpa dukungan institusi lokal yang kuat, pembiayaan berkelanjutan berisiko hanya menjadi wacana. BRI berupaya memastikan agar pembiayaan tersebut benar-benar menjangkau pelaku UMKM,” kata Hery.

Digitalisasi juga disebut menjadi kunci penting dalam memperluas jangkauan pembiayaan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi memungkinkan proses pembiayaan menjadi lebih efisien, memperluas akses keuangan, serta mendukung penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) hingga ke segmen UMKM.

Komitmen tersebut tercermin dari kinerja pembiayaan BRI. Hingga September 2025, porsi kredit UMKM konsolidasian yang disalurkan BRI mencapai 80,02 persen dari total portofolio kredit, atau setara Rp1.150 triliun.

Selain pembiayaan, BRI juga memperluas dampak pemberdayaan melalui berbagai program pengembangan kapasitas UMKM, seperti Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, dan platform LinkUMKM.

Program-program tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia, sekaligus menegaskan peran BRI sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan dan mitra strategis dalam mendorong keuangan berkelanjutan yang inklusif.

Editor : Rahman Hakim
#World Economic Forum Davos 2026 #sustainable finance #bri #bbri