Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pecahkan Rekor! Investasi Kaltim Tembus Rp87,78 Triliun, Lampaui Target Nasional

Redaksi Prokal • 2026-01-27 09:45:00
Tampak tongkang bermuatan batu bara melintasi sungai Mahakam. Sektor pertambangan masih menjadi primadona investasi di Kaltim.
Tampak tongkang bermuatan batu bara melintasi sungai Mahakam. Sektor pertambangan masih menjadi primadona investasi di Kaltim.

 

SAMARINDA – Benua Etam kembali menunjukkan taringnya sebagai magnet investasi utama di Indonesia. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur melaporkan realisasi investasi hingga pengujung Desember 2025 sukses menembus angka fantastis Rp87,78 triliun.

Capaian ini tidak hanya sekadar angka, melainkan bukti keberhasilan Kaltim melampaui target nasional sebesar Rp79,86 triliun dengan persentase mencapai 109 persen. Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana, menyebut surplus ini merupakan buah dari strategi "jemput bola" dan promosi agresif di level global.

"Kami melakukan berbagai kerja sama bilateral intensif, mulai dari Mahakam Investment Forum hingga kemitraan strategis dengan Provinsi Anhui, Tiongkok. Pemerintah daerah tidak henti meyakinkan pemodal bahwa iklim usaha di Kaltim sangat kondusif," ungkap Fahmi di Samarinda, Jumat (23/1).

Komposisi modal yang masuk didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp70,92 triliun, yang sekaligus mengantarkan Kaltim masuk dalam jajaran lima besar nasional. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp16,86 triliun, dengan Singapura, Mauritius, dan Malaysia sebagai investor terbesar.

Dari sisi sektoral, pertambangan masih menjadi "primadona" utama, diikuti industri kimia dan pangan. Aliran modal ini paling deras mengalir ke tiga wilayah utama: Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tak hanya memperkuat ekonomi, investasi ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan terserapnya 92.133 tenaga kerja baru sepanjang tahun 2025. Menatap tahun 2026, Pemprov Kaltim tetap optimis sektor pertambangan dan perkebunan akan terus tumbuh seiring dengan komitmen pelayanan perizinan yang semakin prima.(*)

Editor : Indra Zakaria