Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ekspor Kaltim Januari 2026 Turun 31,25%, Surplus Perdagangan Menyempit Jadi US$947,42 Juta

Muhamad Yamin • 2026-03-03 10:31:54

infografis
infografis

PROKAL.CO, SAMARINDA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur melaporkan nilai ekspor daerah itu pada Januari 2026 mencapai US$1,585 miliar. Angka tersebut turun 31,25% dibandingkan Desember 2025 (month to month/mtm) dan terkoreksi 5,55% dibandingkan Januari 2025 (year on year/yoy).

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan, penurunan terjadi pada kelompok migas maupun nonmigas. Secara bulanan, ekspor migas merosot 56,23%, sedangkan nonmigas turun 28,01%. Secara tahunan, ekspor migas turun 33,33%, sementara nonmigas terkontraksi 2,34%.

“Secara umum, ekspor Kaltim masih didominasi komoditas nonmigas dengan kontribusi 92,69% dari total ekspor,” ujarnya.

Berdasarkan sektor, ekspor terbesar Kaltim berasal dari pertambangan dan lainnya senilai US$1,158 miliar atau 73,06% dari total ekspor. Disusul industri pengolahan sebesar US$309,35 juta (19,52%), migas US$115,94 juta (7,31%), dan pertanian US$1,77 juta (0,11%).

Secara bulanan, seluruh sektor mencatatkan penurunan nilai ekspor pada Januari 2026. Penurunan terdalam secara persentase terjadi pada sektor pertanian.

Namun secara tahunan, terdapat dua sektor yang mencatatkan pertumbuhan, yakni pertanian yang naik 26,43% dan industri pengolahan tumbuh 37,72%. Sementara itu, sektor migas serta pertambangan dan lainnya masing-masing turun 33,33% dan 9,41%.

Dari sisi negara tujuan, tiga besar pasar ekspor Kaltim pada Januari 2026 adalah Tiongkok senilai US$506,27 juta atau 38,62% dari total ekspor, India sebesar US$190,61 juta (12,97%), dan Filipina US$146,39 juta (9,96%).

Untuk kawasan, ekspor ke negara-negara ASEAN tercatat US$328,93 juta atau 22,39% dari total ekspor. Sementara ekspor ke Uni Eropa mencapai US$26,13 juta atau 1,78%.

Di sisi lain, nilai impor Kaltim pada Januari 2026 tercatat US$637,64 juta, naik 5,62% dibandingkan Desember 2025 dan melonjak 63,3% dibandingkan Januari 2025.

Secara bulanan, kenaikan impor didorong oleh migas yang tumbuh 10,26%, sedangkan nonmigas turun 29,96%. Secara tahunan, impor migas melonjak 109,35%, sementara nonmigas turun 52,05%.

Berdasarkan penggunaan, impor terbesar berupa bahan baku/penolong senilai US$617,74 juta. Selanjutnya barang modal US$19,43 juta dan barang konsumsi US$0,47 juta.

Secara mtm, impor bahan baku/penolong naik 6,23%, sedangkan barang konsumsi dan barang modal masing-masing turun 18,97% dan 20,30%. Secara yoy, impor bahan baku/penolong meningkat 70,43%, sementara barang konsumsi dan modal turun masing-masing 44,71% dan 28,51%.

Tiga negara asal impor terbesar adalah Tiongkok sebesar US$17,33 juta (32,44%), Amerika Serikat US$5,85 juta (10,95%), dan Malaysia US$3,52 juta (6,59%). Dari sisi kawasan, impor dari ASEAN mencapai US$12,26 juta (22,95%), sedangkan dari Uni Eropa sebesar US$9,88 juta (18,49%).

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Kaltim pada Januari 2026 mencatat surplus US$947,42 juta. Meski tetap surplus, nilainya menyusut dibandingkan Desember 2025 yang mencapai sekitar US$1,7 miliar.

BPS mencatat surplus perdagangan Januari 2026 ditopang komoditas nonmigas, sementara neraca migas masih mengalami defisit. (*)

Editor : Indra Zakaria