Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pukulan Telak bagi Maskapai Pelat Merah: Peringkat Skytrax Garuda Indonesia Turun ke Bintang Empat

Redaksi Prokal • 2026-03-05 09:40:00

Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JAKARTA – Reputasi maskapai kebanggaan nasional, Garuda Indonesia, kini tengah diuji di kancah internasional. Lembaga pemeringkat penerbangan dunia yang berbasis di Inggris, Skytrax, resmi menurunkan predikat Garuda Indonesia dari maskapai bintang lima menjadi bintang empat. Penurunan ini menjadi sorotan tajam bagi industri penerbangan tanah air, mengingat status bintang lima merupakan simbol supremasi kualitas layanan dan produk di level global.

Langkah Skytrax menurunkan peringkat ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi mendalam, penurunan status tersebut erat kaitannya dengan merosotnya standar produk selama masa restrukturisasi perusahaan yang berlangsung beberapa tahun terakhir. Meskipun kualitas keramah-tamahan awak kabin (cabin crew) dan staf darat dinilai masih sangat solid, sejumlah aspek fasilitas teknis dan penunjang dianggap tak lagi mampu memenuhi kriteria ketat maskapai bintang lima.

Dalam laporannya, Skytrax menyoroti berbagai komponen krusial yang menjadi dasar penilaian, mulai dari tingkat kenyamanan kursi, kelengkapan fasilitas tambahan (amenities), hingga sajian makanan dan minuman di atas pesawat. Sektor hiburan di dalam pesawat (in-flight entertainment) dan standar kebersihan kabin juga menjadi catatan yang membuat Garuda gagal mempertahankan posisi puncaknya.

Penilaian ini mencakup seluruh lini operasional Garuda Indonesia. Untuk penerbangan jarak jauh (long haul) maupun jarak pendek (short haul), baik di kelas bisnis maupun ekonomi, semuanya kini seragam mengantongi predikat bintang empat. Hal ini mencerminkan adanya penurunan kualitas yang merata di berbagai rute layanan yang ditawarkan maskapai tersebut.

Status World Airline Star Rating milik Skytrax sendiri telah menjadi barometer mutu paling bergengsi bagi maskapai global selama lebih dari dua dekade. Sertifikasi ini memetakan standar layanan dan produk dari berbagai negara secara objektif, sehingga kerap dijadikan rujukan utama bagi penumpang internasional dalam memilih maskapai.

Bagi Garuda Indonesia, predikat bintang empat ini menjadi tantangan besar sekaligus sinyal kuat bahwa pemulihan finansial melalui restrukturisasi harus segera dibarengi dengan peningkatan kembali standar fasilitas. Publik kini menanti langkah strategis manajemen Garuda untuk membenahi aspek-aspek yang dikritik oleh Skytrax demi merebut kembali tahta sebagai salah satu maskapai terbaik di dunia. (*)

Editor : Indra Zakaria