Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Beruang Madu Terancam Zona Merah, Laga Kandang Jadi Penentu Nasib di Liga 2

Redaksi Prokal • 2026-01-18 23:26:51
Pemain Persiba Balikpapan, Isfandyar (putih) mendapatkan pengawasan ketat dari pemain Persiku Kudus sepanjang pertandingan. (MO PERSIBA)
Pemain Persiba Balikpapan, Isfandyar (putih) mendapatkan pengawasan ketat dari pemain Persiku Kudus sepanjang pertandingan. (MO PERSIBA)

 

PROKAL.CO- Persiba Balikpapan harus pulang dengan tangan hampa setelah dipaksa menyerah 1-2 oleh tuan rumah Persiku Kudus dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian 2025/2026 di Stadion Wergu Wetan, Minggu sore. Pertandingan yang berjalan penuh tensi ini menjadi panggung drama bagi skuat Beruang Madu yang sebenarnya sempat berada di atas angin pada paruh pertama laga.

Harapan pendukung Persiba sempat melambung ketika Beni Oktovianto berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-38. Memanfaatkan kerja sama apik dengan pemain asing Takumu Nishihara, Beni membawa Persiba unggul lebih dulu. Namun, petaka datang tepat sebelum turun minum. Bek asing Shokrukber Kholmatov diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-43, memaksa Persiba bermain dengan sepuluh orang. Momentum ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh Persiku yang langsung membalas lewat gol Imam Bagus di masa tambahan waktu babak pertama.

Memasuki babak kedua, pertandingan sempat diwarnai insiden benturan keras yang menimpa kiper Persiku, Nuri Agus, hingga harus ditandu keluar lapangan. Meski bermain dengan jumlah pemain yang tidak imbang, Persiba berjuang mati-matian menahan gempuran tuan rumah. Namun, nasib nahas justru terjadi di penghujung laga. Kesalahan antisipasi bola liar oleh kiper Hafidz Muzaki berujung pada gol bunuh diri yang memastikan kemenangan dramatis bagi Persiku Kudus di masa injury time.

Asisten Pelatih Persiba, Yus Arfandi, tidak bisa menutupi kekecewaannya namun tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan anak asuhnya. Ia mengakui bahwa bermain dengan sepuluh orang menjadi beban berat yang merusak strategi tim. Senada dengan pelatih, Kapten tim Abdul Rachman menegaskan bahwa meski kalah, timnya merasakan energi positif sejak kehadiran pelatih baru, Leonard Tupamahu. Ia yakin kebersamaan tim akan menjadi kunci untuk bangkit di laga-laga sisa.

Kekalahan ini menempatkan Persiba dalam posisi yang cukup riskan, karena kini mereka hanya terpaut tiga poin dari zona play-off degradasi. Dengan kompetisi yang hanya menyisakan dua pertandingan, Persiba Balikpapan wajib menyapu bersih kemenangan saat bermain di kandang sendiri, Stadion Batakan. Laga hidup-mati melawan Barito Putra dan Deltras Sidoarjo akan menjadi penentu nasib Beruang Madu agar tetap bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia. (*)

Editor : Indra Zakaria