Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Legenda Bicara: Del Piero Sebut Italia Jadi 'Bahan Olok-olok' Dunia Usai Tragedi Zenica

I
Alessandro Del Piero
Alessandro Del Piero

Advertisement

 


TURIN – Kegagalan tragis Timnas Italia melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah disingkirkan Bosnia-Herzegovina memicu gelombang amarah dari para legenda sepak bola Negeri Pizza. Salah satu suara paling keras datang dari sang ikon, Alessandro Del Piero, yang menyebut kondisi sepak bola Italia saat ini sudah berada di titik nadir yang tak termaafkan.

Bagi pencetak gol legendaris Juventus ini, fakta bahwa Gli Azzurri harus absen dalam tiga edisi Piala Dunia berturut-turut (2018, 2022, 2026) adalah aib besar bagi negara yang telah mengoleksi empat bintang di dada tersebut. Del Piero tidak menahan diri saat memberikan komentar pedasnya terkait penurunan kualitas pemain nasional. Ia menyoroti bagaimana sebuah negara besar bisa melewatkan satu generasi penuh di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Advertisement

“Italia kini menjadi bahan olok-olok sepak bola internasional. Gagal lolos ke tiga Piala Dunia berturut-turut benar-benar tak termaafkan,” tegas Del Piero dengan nada geram.

Menurutnya, kegagalan ini bukan sekadar masalah keberuntungan, melainkan cerminan dari krisis kualitas yang mendalam. Ia membandingkan era keemasan di masa lalu dengan kondisi skuad saat ini yang dianggapnya kehilangan taring.

“Bagaimana mungkin negara seperti ini melewatkan satu generasi Piala Dunia? Juara empat kali belum mencetak gol di Piala Dunia dalam 20 tahun terakhir. Dulu kita memiliki pemain kelas dunia, tetapi sekarang pemainnya sangat biasa-biasa saja,” tambahnya.

Statistik yang disinggung Del Piero memang menyakitkan bagi publik Italia. Sejak terakhir kali mencetak gol di babak grup Piala Dunia 2014, Italia praktis tidak pernah lagi merasakan atmosfer mencetak gol di putaran final karena selalu gagal menembus kualifikasi di edisi-edisi berikutnya.

Tragedi di Zenica, di mana Italia takluk lewat adu penalti dari Bosnia, dianggap sebagai puncak dari rapuhnya mentalitas pemain masa kini. Del Piero menilai regenerasi pemain di Italia telah gagal menghasilkan sosok pembeda yang mampu memikul beban sejarah besar Azzurri.

Kini, pernyataan sang legenda menjadi alarm keras bagi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Di saat Bosnia-Herzegovina dan Turki merayakan kembalinya mereka ke panggung dunia, Italia dipaksa menelan kenyataan pahit: mereka harus menunggu setidaknya hingga 2030 untuk mencoba mengakhiri kutukan panjang ini.

Bagi Del Piero dan jutaan pendukung di seluruh dunia, identitas Italia sebagai raksasa sepak bola kini benar-benar sedang dipertanyakan. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kebutuhan Mendesak Cetak Pilot Modern: Mengapa TNI AU Memilih Jet Tempur Leonardo M-346 Italia?

Kebutuhan Mendesak Cetak Pilot Modern: Mengapa TNI AU Memilih Jet Tempur Leonardo M-346 Italia?

Kebutuhan Mendesak Cetak Pilot Modern: Mengapa TNI AU Memilih Jet Tempur Leonardo M-346 Italia?

Indonesia Boyong 12 Pesawat Tempur Italia untuk Gembleng Pilot TNI AU

Indonesia Boyong 12 Pesawat Tempur Italia untuk Gembleng Pilot TNI AU

Indonesia telah menandatangani kontrak pengadaan pesawat tempur dari perusahaan Italia, Leonardo. (aeronautics.leonardo.com)

Ambisi Gli Azzurri Boyong Pep Guardiola, Maldini dan Leonardo Terbang ke Barcelona

Ambisi Gli Azzurri Boyong Pep Guardiola, Maldini dan Leonardo Terbang ke Barcelona

Italia Serius Dekati Pep Guardiola, Maldini dan Leonardo Terbang ke Barcelona

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer