Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Badai Regulasi di Belanda: Puluhan Pemain Indonesia Terpaksa "Diparkir" Akibat Investigasi Izin Kerja

R
ilustrasi sepakbola Belanda
ilustrasi sepakbola Belanda

Advertisement

 
AMSTERDAM – Kabar kurang sedap berembus dari kancah sepak bola Belanda, menerjang para pemain asal Indonesia yang tengah meniti karier di Eredivisie dan Eerste Divisie. Sejumlah talenta tanah air dilaporkan harus menepi sejenak dari lapangan hijau menyusul investigasi besar-besaran terkait dokumen perizinan kerja dan standarisasi pengupahan yang sedang dilakukan oleh otoritas setempat.

Informasi yang pertama kali mencuat melalui platform X @idn_abroad ini mengungkapkan bahwa investigasi tersebut tidak hanya menyasar pemain asal Indonesia. Setidaknya ada sekitar 25 nama pemain, termasuk mereka yang berasal dari Suriname dan Tanjung Verde (Cape Verde), yang kini masuk dalam daftar pengawasan ketat.

Ketatnya Aturan Non-Uni Eropa

Advertisement

Inti dari permasalahan ini berakar pada regulasi ketenagakerjaan Belanda yang memang dikenal sangat kaku, terutama bagi atlet profesional dari luar Uni Eropa. Investigasi ini kabarnya fokus pada kepatuhan terhadap work permit (izin kerja) serta pemenuhan standar gaji minimum bagi pemain asing, yang secara aturan harus berada di atas rata-rata pemain lokal guna melindungi pasar tenaga kerja domestik.

Akibat proses verifikasi yang sedang berjalan ini, klub-klub tempat para pemain bernaung mengambil langkah preventif yang pahit. Atas rekomendasi langsung dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), para pemain yang terindikasi dalam daftar tersebut dilarang terlibat dalam aktivitas tim untuk sementara waktu.

“KNVB telah memberikan arahan kepada para pemain untuk tidak terlibat sementara waktu, baik dalam sesi latihan maupun pertandingan resmi, hingga proses investigasi terkait izin kerja ini benar-benar selesai dan menemukan kejelasan,” tulis laporan tersebut. Situasi ini menjadi hantaman cukup keras, mengingat banyak dari pemain Indonesia di Belanda sedang berada dalam grafik performa yang menanjak. Diparkirnya para pemain ini tentu mengganggu ritme kompetisi dan pengembangan karier mereka di Eropa.

Advertisement

Hingga saat ini, pihak klub maupun agen para pemain dilaporkan sedang berupaya keras melengkapi dokumen yang diperlukan guna membuktikan bahwa seluruh prosedur kontrak telah sesuai dengan hukum yang berlaku di Belanda. Publik sepak bola tanah air kini hanya bisa berharap agar proses administrasi ini segera rampung sehingga para pemain bisa kembali merumput dan membela panji klub serta Timnas Indonesia di masa depan. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : Jawapos
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rahasia di Balik Nama "Van" para Bintang Sepak Bola Belanda: Warisan Unik dari Zaman Napoleon Bonaparte

Rahasia di Balik Nama "Van" para Bintang Sepak Bola Belanda: Warisan Unik dari Zaman Napoleon Bonaparte

Rahasia di Balik Nama "Van" para Bintang Sepak Bola Belanda: Warisan Unik dari Zaman Napoleon Bonaparte

Adu Tajam di Fase Gugur: Belanda Siapkan Duo Brobbey-Roefs demi Redam Kejutan Maroko

Adu Tajam di Fase Gugur: Belanda Siapkan Duo Brobbey-Roefs demi Redam Kejutan Maroko

Brian Brobbey mencuat sebagai salah satu bintang paling terang di lini serang Belanda sepanjang fase grup. Penyerang berusia 24 tahun tersebut sukses menggelontorkan tiga gol dalam tiga pertandingan,

Hajar Tunisia 3-1, De Oranje Segel Tiket Babak 32 Besar Sebagai Juara Grup F

Hajar Tunisia 3-1, De Oranje Segel Tiket Babak 32 Besar Sebagai Juara Grup F

Belum sempat Tunisia menata organisasi permainan, gawang mereka kembali bergetar empat menit berselang. Tepat pada menit ke-7, Brian Brobbey sukses menggandakan keunggulan Belanda setelah mengonversi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer