Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gelar Juara Afrika Senegal Dicabut? Kalidou Koulibaly Ungkap Momen Lucu Bersama Yassine Bounou di Al Hilal

I
Kalidou Koulibaly dan Yassine Bounou
Kalidou Koulibaly dan Yassine Bounou

Advertisement

 

PROKAL.CO- Sebuah pernyataan mengejutkan sekaligus menggelitik datang dari kapten Timnas Senegal, Kalidou Koulibaly, mengenai status gelar juara Afrika (AFCON) yang disandang negaranya. Di tengah suasana santai di klubnya, Al Hilal, Koulibaly menceritakan momen unik saat rekan setimnya yang juga kiper andalan Maroko, Yassine Bounou, menghampirinya dengan kabar yang sulit dipercaya.

Koulibaly mengungkapkan bahwa Bounou tiba-tiba memberitahunya bahwa gelar juara Afrika milik Senegal telah dicabut. Awalnya, mantan bek Napoli tersebut mengira itu hanyalah gurauan antar rekan setim yang sering terjadi di ruang ganti.

Advertisement

"Beberapa hari yang lalu, Yassine Bounou datang kepada saya dan berkata: 'Anda bukan lagi juara Afrika.' Saya pikir dia bercanda... tetapi beberapa menit kemudian, kami menerima pernyataan resmi dari CAF yang mengatakan bahwa gelar tersebut telah dicabut dari tim nasional Senegal," ungkap Koulibaly.

Bukannya merasa tegang atau kecewa, kedua bintang besar sepak bola Afrika ini justru menanggapi keputusan mendadak dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) tersebut dengan tawa. Situasi yang seharusnya menjadi drama besar bagi publik Senegal justru berubah menjadi bahan candaan di markas Al Hilal.

Koulibaly menceritakan bagaimana mereka berdua terheran-heran namun tetap melihat sisi humor dari pengumuman tersebut. Dengan nada berkelakar, ia menyebut bahwa klub mereka di Arab Saudi kini seolah-olah mengoleksi gelar juara benua hitam tersebut secara borongan.

Advertisement

"Kami berdua tidak mempercayainya, dan kami tertawa bersama tentang keputusan itu. Kami tadi mengatakan bahwa Al Hilal sekarang memiliki dua gelar Afrika sekaligus," tambah Koulibaly merujuk pada dirinya (juara 2021) dan Bounou.

Meski alasan di balik pernyataan resmi CAF tersebut belum dirinci lebih lanjut dalam percakapan mereka, sikap tenang dan jenaka sang kapten menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi dinamika birokrasi sepak bola. Bagi Koulibaly dan Bounou, persahabatan dan sportivitas di lapangan hijau jauh lebih berharga daripada sekadar status formal yang bisa berubah sewaktu-waktu. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Drama 120 Menit di Seattle: Penalti Telat Tielemans Bawa Belgia Epic Comeback Singkirkan Senegal

Drama 120 Menit di Seattle: Penalti Telat Tielemans Bawa Belgia Epic Comeback Singkirkan Senegal

Drama 120 Menit di Seattle: Penalti Telat Tielemans Bawa Belgia Epic Comeback Singkirkan Senegal Timnas Belgia secara luar biasa mengunci tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 lewat laga penuh dram

Belgia vs Senegal:  Waspada Hadapi Ledakan Singa Teranga

Belgia vs Senegal:  Waspada Hadapi Ledakan Singa Teranga

Skuad The Red Devils yang saat ini sedang berada dalam masa transisi dari generasi emas mereka, masih akan mengandalkan visi bermain Kevin De Bruyne dan ketangguhan Thibaut Courtois di bawah mistar ga

Senegal Mengamuk! Bantai Irak 5-0, Jaga Asa Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Senegal Mengamuk! Bantai Irak 5-0, Jaga Asa Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Senegal Mengamuk! Bantai Irak 5-0, Jaga Asa Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 TORONTO – Timnas Senegal tampil dominan dan penuh determinasi saat melibas Irak dengan skor telak 5-0 pada laga pamungka

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer