Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pep Guardiola Ucap Perpisahan Emosional dengan Manchester City

R
Pep Guardiola meninggalkan Manchester City setelah satu dekade penuh trofi. (Dok.Man City)
Pep Guardiola meninggalkan Manchester City setelah satu dekade penuh trofi. (Dok.Man City)

Advertisement

MANCHESTER – Air mata Pep Guardiola tumpah di tengah lapangan Etihad Stadium setelah memimpin laga terakhirnya bersama Manchester City, Minggu (24/5) malam waktu setempat. Momen emosional ini menandai berakhirnya era emas selama satu dekade penuh gelimang trofi yang tidak hanya mendominasi, tetapi juga mengubah lanskap sepak bola Inggris dan Eropa secara masif.

Dalam pidato perpisahan yang mengharu biru di hadapan 60.000 pasang mata, pria asal Spanyol tersebut memberikan pesan pertama dan paling krusial bagi pelatih baru yang akan menggantikannya di kursi kepelatihan The Citizens. Guardiola menegaskan agar penerusnya kelak berani menjadi diri sendiri dan sama sekali tidak mencoba meniru gaya ataupun metodenya.

Mantan bos Chelsea, Enzo Maresca, saat ini santer disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi panas yang ditinggalkan Guardiola pada musim panas ini. Meski beban berat membayangi manajer berikutnya, Pep Guardiola meyakini manajemen klub akan melakukan transisi dengan sangat mulus.

Advertisement

"Manajer berikutnya harus menjadi diri mereka sendiri, itu hal yang paling penting. Cara mereka berkomunikasi, memperlakukan orang, cara bermain, dan bekerja—mereka harus menjadi diri mereka sendiri. Klub ini sangat luar biasa dalam banyak hal, proses transisi selalu berjalan baik," ujar Guardiola dengan suara bergetar di mikrofon stadion.

Suasana haru kian memuncak saat layar raksasa stadion memutar montase momen-momen terbaik sepanjang sedekade rezimnya. Berdiri di depan sang ayah, Valenti Guardiola, yang terbang langsung dari Spanyol, Pep mengaku merasa gugup dan tidak pernah membayangkan akan mendapat cinta sebesar ini dari publik Manchester.

Selain perpisahan Pep Guardiola, laga melawan Aston Villa tadi malam juga menjadi panggung penghormatan terakhir bagi dua pilar legenda Manchester City lainnya yang ikut hengkang, yakni Bernardo Silva dan John Stones. Ketiganya mendapatkan guard of honour dan penghormatan setinggi-tingginya dari rekan setim dan suporter.

Advertisement

"Saya tidak pernah membayangkan betapa besarnya cinta ini. Merupakan kehormatan besar menjadi manajer Anda. Jika Anda bertemu saya di jalanan mana pun di dunia ini sebagai fans City, datang dan peluklah saya. Saya membutuhkannya," ucap Pep yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan penonton yang memadati tribun.

Sanjungan emosional juga datang dari Bernardo Silva yang ikut memainkan laga perpisahannya. Pemain asal Portugal tersebut tanpa ragu melabeli Guardiola sebagai pelatih terhebat sepanjang sejarah sepak bola karena kemampuannya yang tak pernah berhenti melakukan inovasi taktik.

"Pep adalah alasan kami memenangkan begitu banyak hal. Dia berada di kursi kemudi, menciptakan tim monster yang sukses dalam jangka waktu yang sangat lama. Secara personal, dia adalah ayah saya dalam sepak bola," kata Silva penuh haru.

Sebagai tindakan penutup dari akhir era emas yang bersejarah ini, Guardiola akan memimpin skuadnya dalam sebuah parade juara Manchester menggunakan bus atap terbuka pada hari Senin. Jutaan suporter diperkirakan akan memadati jalanan kota untuk memberikan lambaian tangan dan penghormatan terakhir bagi sang maestro yang telah mengubah sejarah klub tersebut.(*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ambisi Gli Azzurri Boyong Pep Guardiola, Maldini dan Leonardo Terbang ke Barcelona

Ambisi Gli Azzurri Boyong Pep Guardiola, Maldini dan Leonardo Terbang ke Barcelona

Italia Serius Dekati Pep Guardiola, Maldini dan Leonardo Terbang ke Barcelona

Kisah di Balik Layar Etihad: Pep Guardiola Ternyata Sudah 100 Kali Ingin Mundur dari Manchester City

Kisah di Balik Layar Etihad: Pep Guardiola Ternyata Sudah 100 Kali Ingin Mundur dari Manchester City

Namun, sebuah fakta mengejutkan baru saja diungkapkan oleh petinggi klub. Bos besar Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, membeberkan bahwa keputusan Pep untuk pergi sebenarnya bukanlah hal baru bagi

Era Baru Liga Inggris Tanpa Guardiola dan Klopp, Wayne Rooney: Seperti Kehilangan Dua Monster!

Era Baru Liga Inggris Tanpa Guardiola dan Klopp, Wayne Rooney: Seperti Kehilangan Dua Monster!

Era Baru Liga Inggris Tanpa Guardiola dan Klopp, Wayne Rooney: Seperti Kehilangan Dua Monster! Legenda Manchester United, Wayne Rooney, memberikan pandangan emosionalnya mengenai peta persaingan Premi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer