Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah di Balik Gol Yasin Ayari ke Gawang Tunisia: Sang Ayah yang Justru Larang Bela Tanah Kelahiran

I
Yasin Ayari usai membobol tanah leluhurnya, Tunisia.
Yasin Ayari usai membobol tanah leluhurnya, Tunisia.

Advertisement

 
PROKAL.CO-Pertandingan internasional antara Swedia dan Tunisia tidak hanya menyajikan duel sengit di atas lapangan, tetapi juga menyisakan kisah emosional yang mendalam. Gelandang muda berbakat, Yasin Ayari, menjadi bintang lapangan setelah sukses mencetak gol kemenangan bagi Swedia. Menariknya, gol tersebut dicetak ke gawang Tunisia, negara asal sang ayah, Azzouz Ayari, yang justru menjadi sosok paling gigih di balik keputusannya berseragam Swedia.

Laga ini seolah menjadi panggung ironi yang mengharukan bagi keluarga Ayari. Memiliki darah Tunisia yang kental dari ayahnya, Yasin sebenarnya sempat berada di persimpangan jalan untuk menentukan masa depan karier internasionalnya. Pada tahun 2021 lalu, Federasi Sepak Bola Tunisia sempat menghubungi Yasin secara resmi dan memintanya untuk mengubah kewarganegaraan agar bisa memperkuat tim nasional berjuluk The Carthage Eagles tersebut.

Sebagai pemuda yang menghormati asal-usul keluarganya, Yasin Ayari awalnya memiliki keinginan kuat untuk memenuhi panggilan tersebut dan memilih untuk membela Tunisia. Namun, langkah itu dihentikan oleh sang ayah. Azzouz Ayari justru bersikeras dan meminta putranya dengan tegas untuk menolak tawaran Tunisia dan tetap setia menanti kesempatan bersama tim nasional Swedia.

Advertisement

Yasin Ayari.
Yasin Ayari.

  

Advertisement

Alasan di balik keputusan tegas sang ayah didasari oleh rasa syukur dan realitas emosional yang mendalam. Azzouz mengungkapkan bahwa Swedia adalah negara yang telah menyambut keluarga mereka dengan tangan terbuka, serta menjadi tempat di mana bakat sepak bola Yasin tumbuh dan dikembangkan dengan sangat baik sejak kecil. Bagi Azzouz, membela Swedia adalah bentuk penghormatan dan balas budi atas segala kesempatan hidup yang telah diberikan negara Nordik tersebut kepada putranya.

Kini, keputusan besar beberapa tahun lalu itu berbuah manis di atas lapangan hijau. Yasin Ayari tidak hanya berhasil menembus skuad utama Swedia, tetapi juga membuktikan kualitasnya lewat gol emosional ke gawang negara leluhurnya. Gol tersebut menjadi bukti nyata bahwa pilihan sang ayah tidak salah, sekaligus menegaskan komitmen penuh Yasin untuk membawa Swedia terbang lebih tinggi di kancah sepak bola dunia. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hajar Tunisia 3-1, De Oranje Segel Tiket Babak 32 Besar Sebagai Juara Grup F

Hajar Tunisia 3-1, De Oranje Segel Tiket Babak 32 Besar Sebagai Juara Grup F

Belum sempat Tunisia menata organisasi permainan, gawang mereka kembali bergetar empat menit berselang. Tepat pada menit ke-7, Brian Brobbey sukses menggandakan keunggulan Belanda setelah mengonversi

Satu Milenium Lapangan Hijau: Laga Tunisia vs Jepang Ukir Sejarah Pertandingan Ke-1000 Piala Dunia

Satu Milenium Lapangan Hijau: Laga Tunisia vs Jepang Ukir Sejarah Pertandingan Ke-1000 Piala Dunia

Satu Milenium Lapangan Hijau: Laga Tunisia vs Jepang Ukir Sejarah Pertandingan Ke-1000 Piala Dunia Panggung Piala Dunia 2026 resmi mencatatkan sebuah mahakarya sejarah baru yang sangat monumental dal

Prancis vs Swedia: Les Blues Diunggulkan, wedia Bisa Buat Kejutan

Prancis vs Swedia: Les Blues Diunggulkan, wedia Bisa Buat Kejutan

Prancis vs Swedia di Piala Dunia 2026: Les Bleus Punya Modal Kuat untuk Lolos ke Babak 16 Besar Kylian Mbappe selebrasi saat Prancis vs Senegal. (FIFA) - Image Kylian Mbappe selebrasi saat Prancis vs

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer