Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Misi Sejarah Blue Sharks: Tanjung Verde Siap Jegal Ambisi Arab Saudi di Laga Penentu Grup H

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Tanjung Verde memburu kemenangan bersejarah atas Arab Saudi untuk membuka peluang lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. (FIFA)
Tanjung Verde memburu kemenangan bersejarah atas Arab Saudi untuk membuka peluang lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. (FIFA)

Advertisement

HOUSTON – Stadion Houston akan menjadi panggung drama hidup mati antara Tanjung Verde dan Arab Saudi pada laga pamungkas Grup H Piala Dunia 2026 yang digelar Sabtu pagi. Pertandingan ini menjadi penentu nasib kedua tim di turnamen, di mana sang debutan Tanjung Verde berpeluang besar mencetak sejarah lolos ke babak 32 besar, sedangkan Arab Saudi dibebani kewajiban menang mutlak demi menjaga napas mereka agar tidak angkat koper lebih awal.

Sebagai tim yang baru pertama kali mencicipi atmosfer Piala Dunia, Tanjung Verde tampil mengejutkan di luar prediksi banyak pihak. Tim berjuluk Blue Sharks ini sukses mengantongi dua poin dari dua laga awal berkat hasil imbang melawan dua raksasa dunia, Spanyol dan Uruguay. Raihan impresif ini menempatkan anak asuh Bubista dalam posisi yang jauh lebih diunggulkan dan di atas angin ketimbang sang lawan.

Tanjung Verde sebenarnya hanya membutuhkan tambahan poin untuk mengamankan tiket ke babak sistem gugur. Ketangguhan organisasi permainan mereka sudah teruji sejak laga pembuka saat berhasil meredam agresivitas Spanyol tanpa kebobolan. Tren positif itu berlanjut ketika mereka menahan imbang Uruguay dengan skor 2-2, di mana gol dari Hélio Varela dan Kevin Pina tidak hanya menyelamatkan satu poin penting tetapi juga tercatat sebagai gol bersejarah pertama Tanjung Verde di panggung Piala Dunia. Ditambah rekor tak terkalahkan dalam lima laga terakhir, momentum psikologis sepenuhnya berada di kubu perwakilan Afrika ini.

Advertisement

Sebaliknya, awan mendung sedang menggelayuti kubu Arab Saudi yang datang dengan tekanan mental yang sangat masif. Green Falcons saat ini terdampar di posisi sulit setelah hanya mampu mengoleksi satu poin, hasil dari bermain imbang 1-1 dengan Uruguay sebelum akhirnya dihantam kekalahan telak 0-4 oleh Spanyol.

Defisit gol yang mencapai minus empat membuat Arab Saudi tidak memiliki opsi lain selain bermain terbuka dan mengamankan kemenangan, sembari berharap hasil pertandingan lain di grup yang sama berpihak pada nasib mereka.

Untuk memimpin kebangkitan yang tergolong berat ini, pelatih Georgios Donis diprediksi akan kembali bertumpu pada magis pemain senior, Salem Al-Dawsari. Dengan modal pengalaman internasional yang mumpuni lewat catatan 109 penampilan dan 27 gol bagi tim nasional, sang kapten diharapkan mampu menjadi motor serangan sekaligus mengangkat mental bertanding rekan-rekannya demi membongkar pertahanan rapat Tanjung Verde sejak menit awal.(*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terseret Kasus Dugaan Pemerkosaan, Kapten Tanjung Verde Ryan Mendes Diselidiki Kepolisian Selandia Baru

Terseret Kasus Dugaan Pemerkosaan, Kapten Tanjung Verde Ryan Mendes Diselidiki Kepolisian Selandia Baru

Terseret Kasus Dugaan Pemerkosaan, Kapten Tanjung Verde Ryan Mendes Diselidiki Kepolisian Selandia Baru

Blunder Fatal Fernando Muslera Singkirkan Uruguay, Bikin Cape Verde Cetak Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Blunder Fatal Fernando Muslera Singkirkan Uruguay, Bikin Cape Verde Cetak Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Blunder Fatal Fernando Muslera Singkirkan Uruguay, Cape Verde Cetak Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026!

DRAMATIS! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Tanpa Raih Satu Pun Kemenangan, Siap Tantang Argentina!

DRAMATIS! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Tanpa Raih Satu Pun Kemenangan, Siap Tantang Argentina!

Mimpi apa masyarakat Cape Verde semalam? Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi negara kepulauan kecil tersebut. Sebagai catatan, ada lebih dari 20 negara besar yang pernah mencicipi megahnya Pial

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer