Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Luka Adu Penalti Socceroos: Jackson Irvine Pasang Badan dan Minta Publik Tak Kambinghitamkan Pemain Muda

R
Para pemain Australia berselebrasi setelah tercipta gol penyama kedudukan ke gawang Mesir.
Para pemain Australia berselebrasi setelah tercipta gol penyama kedudukan ke gawang Mesir.

Advertisement

 
PROKAL.CO- Rasa kecewa berat tidak bisa disembunyikan dari wajah gelandang sekaligus kapten tim nasional Australia, Jackson Irvine, usai langkah negaranya terhenti secara tragis di babak gugur Piala Dunia 2026. Berbicara setelah kekalahan menyakitkan lewat drama adu penalti kontra Mesir, Irvine menegaskan bahwa seluruh elemen tim harus tetap bersatu dan menolak membiarkan para eksekutor yang gagal menjadi sasaran kambing hitam.

Pertandingan babak 32 besar tersebut menyajikan duel menguras fisik dan emosi yang berakhir imbang 1-1 sepanjang 120 menit. The Socceroos sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Emam Ashour, sebelum akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mohamed Hany. Namun di babak tos-tosan, dewi fortuna menjauh dari skuad asuhan Tony Popovic setelah dua penendang mereka, Harry Souttar dan pemain muda Lucas Herrington, gagal menyarangkan bola hingga Australia takluk dengan skor 2-4.

Bagi Irvine, kalah dengan cara seperti ini memberikan rasa sakit yang mendalam, namun ia justru menaruh rasa hormat yang luar biasa bagi rekan-rekannya yang berani mengambil tanggung jawab di titik putih. Ia pasang badan dan mengingatkan publik bahwa maju sebagai eksekutor setelah bermain mati-matian selama dua jam di atas lapangan membutuhkan keteguhan hati serta mentalitas yang luar biasa tinggi.

Advertisement

Irvine sangat berharap publik Australia dan para penggemar sepak bola memberikan dukungan moral yang layak bagi Souttar dan Herrington, alih-alih menghujat mereka. Sang gelandang senior mengingatkan kembali prinsip utama tim bahwa sejak awal turnamen, kekuatan terbesar Australia terletak pada kebersamaan kelompok, di mana kemenangan dirayakan bersama dan kekalahan pun dipikul secara kolektif.

Hasil minor ini sekaligus memperpanjang catatan kelam Australia yang kembali mengulangi kegagalan mengemas kemenangan di fase gugur Piala Dunia. Hasil pahit di Amerika Serikat ini seolah membuka luka lama dari memori edisi 2006 saat mereka ditumbangkan Italia, serta edisi 2022 ketika harus menyerah di tangan Argentina. Kendati pulang dengan tangan hampa, Irvine menegaskan skuadnya akan tetap berdiri tegak sebagai satu kesatuan yang utuh. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Beban Negara di Pundak Remaja 18 Tahun: Mengapresiasi Nyali Besar Lucas Herrington

Beban Negara di Pundak Remaja 18 Tahun: Mengapresiasi Nyali Besar Lucas Herrington

Sepak bola selalu menyisakan sisi kejam di balik drama adu penalti, dan malam itu garis nasib yang pahit harus dialami oleh bek muda Australia, Lucas Herrington. Ditunjuk sebagai salah satu algojo dal

Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Kejutan Demi Tiket 16 Besar

Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Kejutan Demi Tiket 16 Besar

Berikut adalah penulisan ulang artikel berita tersebut dengan penyampaian yang mengalir, rapi, menggunakan kalimat langsung, dan tanpa penomoran: Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026:

Babak 32 Besar Piala Dunia, Wakil Asia Tinggal 2, Ini 32 Negara yang Lolos dan Jadwal Pertandingannya

Babak 32 Besar Piala Dunia, Wakil Asia Tinggal 2, Ini 32 Negara yang Lolos dan Jadwal Pertandingannya

Berikut 32 negara yang lolos serta jadwal babak 32 besar: Meksiko (Juara grup A) Afrika Selatan (Runner up grup A) Swiss (Juara grup B) Kanada (Runner up grup B) Bosnia (Peringkat ketiga terbai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer