Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Argentina Versus Mesir: Perampokan Terang-Terangan dan VAR Harusnya Membawa Keadilan, Bukan Berat Sebelah

R
Messi dkk. Kemenangan atas Mesir banyak dikecam.
Messi dkk. Kemenangan atas Mesir banyak dikecam.

Advertisement

KANSAS CITY — Gelombang kontroversi kembali mengguncang gelaran Piala Dunia 2026. Pelatih legendaris sepak bola, José Mourinho, melontarkan kritik super pedas terkait kepemimpinan wasit dan penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam laga bertensi tinggi yang mempertemukan Argentina dan Mesir.

Mourinho secara blak-blakan menyebut jalannya pertandingan tersebut berjalan tidak adil dan menuding adanya keberpihakan yang mencolok dari pengadil lapangan untuk menguntungkan tim Tango.

Kecam Pembatalan Gol yang Diulur-Ulur

Advertisement

Ketidakpuasan mendalam Mourinho dipicu oleh inkonsistensi wasit dalam mengambil keputusan krusial di tengah laga. Ia menilai cara perangkat pertandingan menganulir momen penting di lapangan sangat merusak esensi kepatutan sepak bola modern.

“Ini adalah perampokan terang-terangan. Sungguh memalukan apa yang sedang terjadi pada sepak bola. Bagaimana mungkin membiarkan permainan berlanjut, membiarkan gol dicetak, dan baru kemudian memutuskan untuk mundur dan membatalkannya? Jika ada pelanggaran, hentikan pertandingan segera. Jangan tunggu sampai setelah gol," kata José Mourinho dengan nada berang.

Mourinho menganggap pembiaran momentum sebelum akhirnya gol dibatalkan hanya akan memicu kebingungan masal serta merugikan kondisi psikologis para pemain yang sedang bertanding di atas lapangan. Lebih lanjut, pria yang menjuluki dirinya The Special One ini juga mengendus adanya standar ganda yang diterapkan oleh petugas ruang kontrol VAR. Ia mempertanyakan mengapa gol pembuka Argentina yang dinilai sangat berbau offside justru lolos dari pengamatan detail, sementara setiap pergerakan pemain Mesir selalu dicari-cari kesalahannya.

Advertisement

“Kemudian saya bertanya lagi—mengapa gol pertama Argentina tidak ditinjau dengan perhatian yang sama ketika itu tampak sangat dekat dengan offside? Mengapa setiap insiden yang melibatkan Argentina diperiksa, sementara Mesir sepertinya tidak mendapatkan perlakuan yang sama?" tutur Mourinho mempertanyakan asas keadilan laga.

Di akhir kecamannya, Mourinho mengingatkan FIFA bahwa esensi dasar dari penerapan teknologi dalam sepak bola adalah untuk menegakkan kebenaran olahraga, bukan justru menjadi alat yang memicu kecurigaan publik.  "VAR seharusnya membawa keadilan, bukan kebingungan. Hari ini, tampaknya setiap keputusan penting menguntungkan Argentina. Sepak bola pantas mendapatkan yang lebih baik,” pungkas José Mourinho menutup kritik tajamnya. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Skandal Babak 16 Besar: Pakar VAR Sebut Mesir Layak Penalti Sebelum Argentina Cetak Gol Kemenangan Dramatis

Skandal Babak 16 Besar: Pakar VAR Sebut Mesir Layak Penalti Sebelum Argentina Cetak Gol Kemenangan Dramatis

BUENOS AIRES — Kontroversi besar menyelimuti laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah Mesir tersingkir secara dramatis dengan skor 2-3 dari Argentina pada Selasa malam WIB. Keputusan wasit yang me

Guncang Dunia! Pemain Mesir Zico Sebut Turnamen Diatur: "Selamat kepada Argentina atas Piala Dunia Lainnya"

Guncang Dunia! Pemain Mesir Zico Sebut Turnamen Diatur: "Selamat kepada Argentina atas Piala Dunia Lainnya"

Pernyataan berani Zico ini seolah membuka kotak pandora. Publik kini berharap tim-tim nasional lain yang pernah merasa "dijegal" secara tidak adil saat berhadapan dengan Argentina juga berani angkat b

Rooney Ikut Berang! Sebut Penalti Argentina Lawan Mesir Palsu dan Sudutkan Negara Afrika

Rooney Ikut Berang! Sebut Penalti Argentina Lawan Mesir Palsu dan Sudutkan Negara Afrika

Rooney Ikut Berang! Sebut Penalti Argentina Lawan Mesir Palsu dan Sudutkan Negara Afrika MANCHESTER — Gelombang kecaman terhadap kontroversi laga Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026 kian meluas. Ka

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer